BANTUAN WIRAUSAHA UNTUK WARGA DESA BERDAYA SUMODIKARAN

[:ID]BOJONEGORO. Desa Berdaya Sumodikaran, Dander, Bojonegoro
memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang cukup
berlimpah. Berdasarkan data statistik dan proses Need Assessment
(NA) menunjukkan bahwa potensi yang ada belum dioptimalkan untuk
pengembangan perekonomian masyarakat desa setempat.

Maka dari itu rembug desa mengajukan program pemberdayaan
ekonomi masyarakat, terutama potensi usaha kecil yang sudah ada di
desa Sumodikaran ini. Setelah empat bulan hasil NA disampaikan ke
Rumah Zakat, akhirnya pada bulan September ini sudah dapat
direlisasikan.

Untuk tahap awal ini telah disalurkan bantuan program dari Rumah
Zakat berupa sarana dan modal usaha serta penguatan produk dan
jaringan pemasaran. Bertempat di gazebo Madin Baitul Ghofur pada
hari Sabtu (22/9) kemarin sudah terlaksana penyerahan bantuan
kepada lima orang penerima manfaat.

“Alhamdulillah kegiatan penyaluran bantuan usaha ini berjalan
dengan lancar”, kata Farida Afriani, Fasilitator Desa Berdaya.

Sebagai Fasilitator Desa Berdaya Farida juga berharap semoga
program ini bisa menjadi penyemangat bagi para penerima manfaat
untuk dapat meraih kesuksesan dalam berwirausaha.

Sementara itu, Sifaul Rohmah, salah satu penerima manfaat, sangat
bahagia dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. “Sungguh mimpi
apa saya semalam, mendapatkan rizki yang tidak disangka-sangka
ini”, ujar Sifa penuh semangat.

Kemudian dalam kesempatan lainnya juga telah dilaksanakan kegiatan
berupa edukasi untuk penguatan produk dan jaringan pemasaran
pada hari Selasa (25/9) yang lalu. Adapun untuk pengembangan
jaringan pemasaran juga dibantu melalui kerja sama dengan Remaja
Masjid Baitul Ghofur sehingga dapat mempercepat perputaran modal
usaha yang sudah diberikan.

Newsroom
Dani Suhardi / Lailatul Istikhomah[:en]BOJONEGORO. Sumodikaran Village as Rumah Zakat assisted village in Dander, Bojonegoro has the potential of natural and human resources that are quite abundant. Based on statistical data and the Need Assessment (NA) process shows that the existing potential has not been optimized for the economic development of the local village community.

Therefore the village meeting proposed a community economic empowerment program, especially the potential of small businesses that already existed in this Sumodikaran village. After four months the results of NA were submitted to Rumah Zakat, finally in September this can be discussed.

For this initial phase program assistance has been distributed from Rumah Zakat in the form of business facilities and capital as well as product and network marketing strengthening, on Saturday (22/9) the assistance given to five beneficiaries in the gazebo of Madin Baitul Ghofur.

“Alhamdulillah, the distribution of this business assistance went smoothly”, said Farida Afriani, the Empowered Village Facilitator.

As empowered village facilitator, Farida also hopes that this program can be an encouragement for beneficiaries to be able to achieve success in entrepreneurship.

 

Meanwhile, Sifaul Rohmah, one of the beneficiaries, was very happy and grateful for the assistance provided. “What a dream I was last night, got this unexpected rizki,” Sifa said excitedly.

 

Then in another opportunity education activities were also carried out to strengthen products and marketing networks on Tuesday (25/9) ago. As for the development of marketing networks, it is also assisted through collaboration with Baitul Ghofur Mosque Youth so that it can accelerate the turnover of business capital that has been given.

Dani Suhardi / Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia