Bolehkah menunaikan zakat fitrah dan zakat mal sekaligus? Pertanyaan ini sering muncul menjelang akhir bulan Ramadhan. Banyak umat Islam yang memiliki kewajiban zakat mal dan pada saat yang sama juga wajib membayar zakat fitrah. Lalu, apakah keduanya boleh ditunaikan bersamaan?
Untuk menjawabnya, kita perlu memahami perbedaan antara zakat fitrah dan zakat mal, baik dari sisi hukum, waktu pelaksanaan, maupun tujuannya.
Baca juga : Zakat Fitrah untuk Siapa Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya
Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap Muslim pada bulan Ramadhan menjelang Idulfitri. Zakat ini bertujuan menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia serta membantu fakir miskin agar dapat merayakan hari raya dengan layak.
Sementara itu, zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta tertentu yang telah mencapai nisab dan haul. Harta tersebut bisa berupa emas, perak, tabungan, hasil perdagangan, hingga investasi tertentu.
Dari sisi waktu, zakat fitrah memiliki batasan khusus, yaitu sejak akhir Ramadhan hingga sebelum salat Id. Sedangkan zakat mal dibayarkan ketika harta telah mencapai nisab dan genap satu tahun kepemilikan (haul), kecuali jenis harta tertentu yang aturannya berbeda.
Bolehkah Dibayar Sekaligus?
Secara hukum, menunaikan zakat fitrah dan zakat mal sekaligus diperbolehkan selama masing-masing memenuhi ketentuan dan niatnya jelas. Artinya, keduanya tetap dianggap sebagai dua kewajiban yang berbeda.
Jika waktu jatuh tempo zakat mal bertepatan dengan bulan Ramadhan, maka boleh saja seseorang membayarkan zakat mal bersamaan dengan zakat fitrah. Bahkan, banyak orang memilih Ramadhan untuk membayar zakat mal karena pahala sedekah di bulan ini dilipatgandakan.
Namun demikian, niat untuk zakat fitrah dan zakat mal harus dibedakan. Tidak boleh satu pembayaran diniatkan untuk menggugurkan dua kewajiban sekaligus. Setiap zakat memiliki niat dan perhitungan masing-masing.
Apakah Bisa Digabung dalam Satu Penyaluran?
Selain soal waktu, muncul juga pertanyaan apakah keduanya bisa disalurkan melalui satu lembaga atau dalam satu transaksi. Jawabannya boleh, selama perhitungannya tetap terpisah.
Misalnya, seseorang membayar zakat fitrah sejumlah tertentu dan menambahkan zakat mal dalam satu transfer ke lembaga amil zakat. Hal ini sah selama dana tersebut dicatat dan diniatkan secara jelas sebagai dua jenis zakat yang berbeda.
Yang tidak diperbolehkan adalah menyamakan nilai zakat mal dengan zakat fitrah atau sebaliknya. Zakat fitrah memiliki ukuran tetap, sedangkan zakat mal dihitung berdasarkan persentase dari total harta yang memenuhi syarat.
Keutamaan Membayar Zakat di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Banyak ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan di bulan ini memiliki nilai pahala yang lebih besar dibanding bulan lainnya.
Karena itu, sebagian orang sengaja mempercepat pembayaran zakat mal agar bisa ditunaikan di bulan Ramadhan. Hal ini diperbolehkan menurut mayoritas ulama, selama harta tersebut memang sudah mencapai nisab.
Dengan membayar zakat mal dan zakat fitrah di bulan yang sama, seseorang tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga memperbanyak amal di waktu yang mulia.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun diperbolehkan menunaikan zakat fitrah dan zakat mal sekaligus, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, pastikan perhitungan zakat mal sudah benar sesuai nisab dan haul. Jangan sampai salah hitung sehingga kewajiban belum terpenuhi secara sempurna.
Kedua, pastikan zakat fitrah dibayarkan sebelum salat Idulfitri. Jika dibayarkan setelahnya tanpa alasan syar’i, maka nilainya berubah menjadi sedekah biasa.
Ketiga, niatkan masing-masing zakat dengan jelas. Dalam ibadah, niat menjadi pembeda antara satu amalan dengan amalan lainnya.
Baca juga : Cara Menghitung Zakat Fitrah Per Orang dan Satu Keluarga
Kesimpulan
Bolehkah menunaikan zakat fitrah dan zakat mal sekaligus? Jawabannya boleh, selama masing-masing zakat tetap memenuhi syarat, ketentuan, dan niat yang berbeda.
Keduanya adalah kewajiban yang tidak bisa digabung menjadi satu jenis zakat. Namun, waktu pembayarannya bisa bersamaan, terutama jika zakat mal memang jatuh tempo di bulan Ramadhan.
Dengan memahami perbedaan dan aturannya, kita dapat menunaikan zakat secara benar dan maksimal. Semoga zakat yang ditunaikan menjadi penyuci harta, penolong bagi sesama, dan sebab datangnya keberkahan dalam kehidupan.
Sahabat, yuk tunaikan zakat fitrah bersama Rumah Zakat.


