[:ID]BERWUDHU TANPA MELEPAS KERUDUNG[:en]ABLUTION WITHOUT TAKING OF HIJAB [:]

[:ID]Tentang wudhu telah dijelaskan Allah dalam QS Al-Maidah: 6: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Wamsahuu biruusikum (sapulah kepalamu), para ulama berbeda pandangan dalam mengartikan imsah:

  1. Bisa berarti menyapu seluruh kepala sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Zaid yang diriwayatkan oleh Jamaah: Nabi saw menyapu kepala dengan kedua tangannya, lalu beliau menggerakkan kedua tangannya dari muka hingga ke belakang. Maksudnya beliau saw menyapukan kedua tangannya yang telah dilekatkan ke kepala mulai dari bagian depan kepalanya, lalu beliau menarik kedua tangannya ke arah pundak, kemudian ditarik kembali hingga ke tempat permulaan memulai sapuan kepala.
  2. Bisa berarti menyapu bagian surban saja sebagaimana dalam hadits Amar bin Umaiyah, “Saya melihat Rasulullah saw menyapu surban dan kedua sepatunya – ketika berwudhu.” (HR Ahmad, Bukhari, Ibnu Majah). Dalam riwayat Bilal, Nabi saw bersabda, “Sapulah kedua sepatumu dan khimar–kerudung atau penutup kepala.” (HR Ahmad)
  3. Bisa berarti menyapu ubun-ubun serta surban sebagaimana hadits Mughiroh bin Syubah, bahwa Nabi saw berwudhu lalu beliau menyapu ubun-ubun, surbannya, dan demikian pula kedua sepatunya. (HR Muslim)

Dari penjelasan ini, muslimah yang memakai kerudung bisa saja mengusap kepalanya/ubun-ubunnya, lalu mengusap juga kerudungnya ketika berwudhu di luar rumah.

Cara bertayamum dalam hadits Ammar ra, “Aku junub dan tidak mendapatkan air, maka aku pun bergelimangan dengan tanah, lalu shalat. Kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah saw, beliau pun bersabda,”(Dalam bertayamum) cukuplah engkau melakukan seperti ini: beliau meletakkan kedua telapak tangannya ke tanah, lalu beliau meniup kedua belah tangan yang dipenuhi debu, lalu menyapukan ke bagian muka dan kemudian menyapukan ke kedua tangannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits lain yang diriwayatkan Daruquthni, “Cukuplah bila engkau pukulkan kedua telapak tanganmu ke tanah, lalu tiuplah tangan yang sudah dipenuhi tanah tersebut dan kemudian sapukan ke muka dan ke kedua tanganmu hingga pergelangan.”Berdasarkan hadits ini, maka tangan yang diusap debu itu hanya sampai pergelangan saja.\

Sumber: Ummi-online.com[:en]About wudhu has been described by Allah in QS Al-Maidah: 6: O  you who  have  believed, when you  rise  to  [perform]  prayer, wash your faces and your forearms to the elbows and wipe over your heads and wash your feet to the ankles.  And if you are in a state of janbah, then purify yourselves.  But if you are ill or on a journey or one of you comes from the place of relieving himself for you have contacted women and do not find water, then seek clean earth and wipe over your faces and hands with it.  Allah does not intend  to make difficulty  for you, but He  intends  to purify you and complete His favor upon you that you may be grateful.Wamsahuu blueusikum (sapulah kepalamu), the scholars differ ininterpreting the meaning of imsah:

  1. It could mean sweeping across the head as in the hadith of Abdullah bin Zaid narrated by the Jamaah: The Prophet wiped his head with both hands, and he moved his hands from face to back. That is, he wipe his hands that have been attached to the head starting from the front of his head, then he pulled his hands toward the shoulders, then pulled back to where the beginning started a head sweep.
  2. It may mean sweeping the turban just as in the hadith of Amar bin Umaiyah, “I saw the Messenger of Allah swept the turban and both his shoes – when performing ablution.” (Ahmad, Bukhari, Ibn Majah). In Bilal’s account, the Holy Prophet said, “Sweep both your shoes and the scarves or the headgear.” (HR Ahmad)
  3. It could mean sweeping the top of the head and the turban as Mughiroh ibn Shubah’s hadith, that the Prophet saw ablution and then swept the top of his head, his turban, and so did his two shoes. (Muslim)

From this explanation, Muslim women who wear a veil may wipe his head / top of his head, then wiped his veil when performing ablution outside the house.

How to perform tayamum (ablution with soil)  in the hadith Ammar ra, “I am janbah and do not get water, so I was covered with soil, then praying.” Then I told it to the Messenger of Allah, he said, “(In bertayamum) you simply do like this: Put his palms to the ground, then he blew the two hands full of dust, then swept to the face and then swept them into his hands. “(Bukhari and Muslim)

Another Hadith narrated by Daruquthni, “It is enough if you strike your palms to the ground, then blow the hand that has been filled with the soil and then sweep it to your face and to both hands to the wrist.” Based on this hadith, the hands dusted only until Wrist only.

Source: Ummi-online.com[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia