[:ID]BUSNI, PENGHUNI SHELTER RUMAH ZAKAT[:en]BUSNI, RESIDING RUMAH ZAKAT’S SHELTER[:]

[:ID]LOMBOK. Meskipun tidak bisa mengutarakannya dengan jelas karena sudah sakita-sakitan, raut wajah Busni (60) dan Mertasari (54) terlihat bahagia karena mendapatkan bantuan rumah sementara atau shelter dari Rumah Zakat, di kamp pengungsi Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Rumah yang ditinggali pasangan lansia dan anaknya Hendriawan (28) dirobohkan karena sudah retak-retak dan membahayakan dampak dari gempa pada Minggu (5/8/2018) lalu.

Kini, mereka bertiga bisa menempati rumah berukuran lebar 450 cm x panjang 460 cm itu dengan perasaan senang. Apalagi kondisi Mertasari sudah tidak bugar lagi, sehingga tempat menetap yang lebih layak dari tenda sangat dibutuhkan.

Dengan senyum yang khas, Busni mengatakan ucapan terima kasihnya pada Rumah Zakat karena mereka diprioritaskan mendapat bantuan rumah tersebut. “alhamdulillah, setidaknya bantuan ini sedikit meringankan beban hidup kami”, tambahnya.

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:en]LOMBOK. Although he could not express it clearly because he was sick, Busni (60) and Mertasari (54) ‘s faces looked happy because they given  temporary houses or shelters from Rumah Zakat, in the Pemenang Subdistrict refugee camp, North Lombok Regency.

The house where the elderly couple and his son Hendriawan (28) lived was torn down because it was cracked and endangered the impact of the earthquake on Sunday (05/08/2018).

Now, the three of them can occupy a house measuring 450 cm wide by 460 cm long with a feeling of pleasure. Moreover, Mertasari’s condition is no longer fit, so that a place to stay that is more feasible than a tent is needed.

With a typical smile, Busni said his thanks to Rumah Zakat because they were prioritized to get the help of the house. “Alhamdulillah, at least this assistance slightly lightens the burden of our lives,” he added.

Newsroom

Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia