Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar dan dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Oleh karena itu, penting memahami cara shalat tarawih yang benar sesuai sunnah agar ibadah semakin sempurna.
Baca juga : Bacaan Niat Shalat Tarawih Berjamaah dan Sendiri
Apa Itu Shalat Tarawih?
Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang khusus dikerjakan pada bulan Ramadhan setelah shalat Isya. Kata “tarawih” berasal dari kata raaha yang berarti istirahat, karena pada masa dahulu para sahabat beristirahat sejenak setiap selesai beberapa rakaat.
Rasulullah SAW pernah melaksanakan tarawih secara berjamaah beberapa malam. Namun kemudian beliau menghentikannya karena khawatir diwajibkan atas umatnya.
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah rakaat tarawih. Akan tetapi, terdapat dua pendapat yang paling dikenal:
1. 8 rakaat + 3 rakaat witir
Pendapat ini merujuk pada praktik Rasulullah SAW yang tidak pernah menambah shalat malam lebih dari 11 rakaat.
2. 20 rakaat + 3 rakaat witir
Pendapat ini berdasarkan praktik para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA.
Kedua pendapat tersebut sama-sama memiliki dasar. Karena itu, umat Islam dapat memilih sesuai dengan keyakinan dan kebiasaan di lingkungannya.
Niat Shalat Tarawih
Niat shalat tarawih cukup di dalam hati. Namun, melafalkannya diperbolehkan untuk membantu kekhusyukan.
Jika dilakukan berjamaah sebagai makmum, niatnya:
Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini ma’muman lillahi ta‘ala.
Artinya: Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Jika sebagai imam, kata ma’muman diganti menjadi imaman.
Tata Cara Shalat Tarawih
Secara umum, tata cara shalat tarawih sama seperti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Niat dalam hati.
2. Takbiratul ihram.
3. Membaca doa iftitah.
4. Membaca Al-Fatihah dan surat pendek.
5. Ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud.
6. Berdiri untuk rakaat kedua.
7. Tasyahud akhir dan salam.
Setelah dua rakaat salam, jamaah bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan rakaat berikutnya.
Waktu Pelaksanaan Tarawih
Shalat tarawih dilakukan setelah shalat Isya dan sebelum witir. Waktu pelaksanaannya berlangsung hingga menjelang Subuh.
Namun demikian, mayoritas umat Islam melaksanakannya setelah Isya secara berjamaah di masjid agar lebih mudah dan penuh kebersamaan.
Keutamaan Shalat Tarawih
Shalat tarawih memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Karena itu, tarawih menjadi salah satu amalan utama yang tidak sebaiknya dilewatkan selama bulan suci.
Baca juga : Biar Iman On Terus, Yuk Simak Keutamaan Shalat Tarawih
Kesimpulan
Cara shalat tarawih yang benar sesuai sunnah pada dasarnya sama seperti shalat sunnah dua rakaat lainnya, dikerjakan setelah Isya di bulan Ramadhan dan diakhiri dengan witir. Jumlah rakaatnya boleh 8 atau 20 sesuai pendapat ulama yang memiliki dasar masing-masing. Yang terpenting adalah kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjalankannya.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


