DAHSYATNYA DAMPAK COVID-19 TERHADAP PENURUNAN OMZET PELAKU USAHA MIKRO

hasil survey menyatakan bahwa 9 dari 10 pelaku usaha mengalami penurunan rata-rata omzet/penghasilan harian sebagai akibat dari wabah Covid-19. Selain penurunan omzet, wabah Covid juga mengakibatkan berkurangnya jam operasional usaha, penunggakan hutang, serta kendala distribusi (Foto: Rumah Zakat)

BANDUNG, RUMAH ZAKAT – Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak awal bulan Maret 2020 memaksa sebagian besar masyarakat untuk membatasi aktivitasnya agar transmisi penularan dapat dicegah. Akibatnya, berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat.

Sektor ekonomi menjadi sektor yang terdampak cukup parah akibat pandemi Covid-19. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi covid 19 ini pun menghantam sektor mikro, tidak terkecuali para pedagang kecil dan pelaku UMKM.

Sri Mulyani mengungkapkan “Tahun 1997 sampai 1998 UMKM justru masih resilience tapi dalam COVID-19 ini justru terpukul paling depan karena tidak ada kegiatan masyarakat,” (dalam Tempo, 2020).

Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, Rumah Zakat mencoba untuk melakukan survei untuk mengetahui sejauh mana dampak yang dirasakan oleh para pelaku usaha.

Survei dilakukan terhadap 632 koresponden yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia dengan rincian lebih dari 50 persen adalah koresponden perempuan dan sisanya sebanyak 49,7 % adalah laki-laki. Hampir semua koreponden masih berada pada masa usia produktif (rentang 16-65 tahun) yakni sebesar 97% .

Jenis usaha yang dijalani oleh koresponden pun bermacam-macam, meliputi usaha kuliner 52%, jasa 14%, agrobisnis 11%, handycraft 6% serta fashion 5%.

Berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan, hasil survey menyatakan bahwa 9 dari 10 pelaku usaha mengalami penurunan rata-rata omzet/penghasilan harian sebagai akibat dari wabah Covid-19. Selain penurunan omzet, wabah Covid juga mengakibatkan berkurangnya jam operasional usaha, penunggakan hutang, serta kendala distribusi.

(Sumber: Rumah Zakat)

Bahkan, dari hasil survey diketahui sebanyak 41% pelaku usaha tidak menghasilkan omzet sama sekali selama Covid-19. Hal ini tentunya menjadi pukulan keras bagi para pelaku usaha, karena disaat krisis seperti saat ini mereka tidak mendapatkan pemasukan sedangkan mereka harus terus berjuang minimal untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarga.

Karena itulah, Sebagian pelaku usaha mengambil Langkah cepat agar tidak terlalu mengalami keterpurukan dalam sektor ekonomi. Untuk bertahan di tengah pandemi, para pelaku usaha menerapkan beberapa strategi. Dari hasil survey didapatkan bahwasannya sebanyak 49% para pelaku usaha menjaga hubungan baik dengan konsumen untuk tetap menjaga keberlangsungan usahanya. Adapun strategi lain yang diterapkan melipui mengatur keuangan dan membuat skala prioritas keuangan, mengubah cara berjualan dari offline menjadi online, inovasi (produk, pemasaran, model bisnis, dll), memperbaiki kualitas produksi, membaca literatur dan berita mengenai perilaku konsumen, dan sisanya masih belum memiliki strategi.

Sebagai intervensi Rumah Zakat untuk membantu para pelaku UMKM, Rumah Zakat memberikan dukungan berupa pemberian bantuan modal usaha kepada para UMKM ini sejauh ini ada 518 UMKM yang yang terdaftar sebagai unit usaha terdampak Covid-19.

“Melalui dana sosial yang diamanahkan donatur, kami berupaya membantu 518 UMKM yang terdaftar sebagai unit usaha terdampak Covid-19. Bantuan yang diberikan bukan hanya modal, tapi juga pendampingan agar usaha mereka dapat terus berjalan di tengah pandemi,” ungkap CEO Rumah Zakat Nur Efendi.

Newsroom

Amri Rusdiana

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia