DIHYAH, SAHABAT TAMPAN DAN SHALEH

Dikaruniai wajah yang tampan oleh Allah nggak cuma jadi nilai plus diri sendiri karena enak dipandang. Tanpa bermaksud ngejudge orang karena fisik, wajah tampan akan menjadi lebih keren jika bisa membawa kemaslahatan yang lebih buat umat Islam. Seperti sahabat Rasul yang menginspirasi berikut ini.

Malaikat Jibril sering muncul dalam bentuk manusia dengan wajah tampan Dihyah. Haditsnya, Awwanah bin al-Hakam berkata: “Manusia yang paling tampan rupanya, ialah seseorang yang Malaikat Jibril Alaihissallam datang dalam bentuk rupanya. Yakni Dihya.” (Al Ishabah, Ibnu Hajar, halaman 371, no 2474). Dihyah masuk Islam sebelum perang Badar, tetapi, baru ikut berperang bersama kaum muslimin setelah fase perang Badar dan tidak pernah absen pada perang-perang berikutnya.

Keutamaan Dihyah dari sahabat lainnya adalah wajah yang tampan rupawan dan malaikat Jibril sering menemui Rasul dalam wujud menyerupai Dihyah. Karena wajahnya yang tampan ini, beliau mendapatkan tugas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai salah satu delegasi kaum muslimin untuk mengirim surat yang berisi seruan agar memeluk Islam pada para raja, kisra, dan kaisar. Dihyah mendapat tugas dari Rasul pada akhir tahun ke 6 hijriyah untuk menyampaikan surat pada Hiraklius, seorang kaisar Romawi.

Riwayat menyebutkan, “Dari ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis surat kepada kaisar untuk mengajaknya masuk Islam. Beliau pun mengutus Dihyah al-Kalbi untuk menyampaikan suratnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memintanya supaya menyerahkan surat tersebut kepada penguasa kota Bushra, agar ia menyampaikannya kepada kaisar.” (Shahih al Bukhari).

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa setelah menemui kaisar, Dihyah mendapat hadiah yang banyak dari kaisar. Akan tetapi, saat sampai di daerah Hisma, Dihyah dihadang oleh sekelompok orang yang mengambil semua hadiah tersebut. Rasul pun mengutus Zaid bin Haritsah untuk memerangi kelompok orang tersebut (Al Bidayah wan Nihayah). Dihyah semasa hidupnya tinggal di daerah Mizzah di Damaskus dan Dihyah hidup sampai masa kekhalifahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Kita yang dikaruniai fisik sempurna dan dilebihkan dengan ketampanan atau kecantikan, sudah sejauh mana, memberikan manfaat untuk agama Allah? Atau masih dalam tahap menikmati pujian orang-orang dan keuntungan duniawi aja?

Dan yang harus diingat, tampannya seorang muslim itu tidak terlihat secara fisik aja, tapi yang lebih penting adalah tampan karena aura sholehnya. Semoga Allah ta’ala senantiasa mencurahkan keridhoaan pada sahabat yang mulia dan menambah motivasi kita.

Sumber: annida-online.com

Tags :
Konfirmasi Donasi