Hukum Makan dan Minum Setelah Imsak

oleh | Feb 28, 2024 | Inspirasi

Pernahkah Sahabat bertanya-tanya perihal makan dan minum setelah imsak? Bolehkah makan dan minum dilanjutkan meskipun sudah terdengar
tanda imsak? Ataukah makan dan minum harus segera disudahi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak tulisan ini hingga tuntas!

Kewajiban Puasa Ramadan

Berpuasa di bulan Ramadan itu hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah balig dan berakal. Apabila ia berhalangan berpuasa karena alasan yang syar’i, maka ia harus menggantinya dengan qada atau fidyah. Tentu qada dan fidyah ini disesuaikan dengan aturan syariat Islam yang berlaku.

Wajibnya menjalankan puasa sebulan penuh di bulan Ramadan ini ada dalam firman-Nya surah Al-Baqarah ayat 183 berikut ini:

يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ‏

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Karena merupakan kewajiban, maka akan berdosa apabila tidak berpuasa dengan sengaja dan tanpa alasan yang syar’i. Oleh karena itulah setiap muslim harus bersungguh-sungguh dalam berpuasa agar amalannya di terima di sisi-Nya dengan sempurna.

Baca Juga: Stop! Hindari Kekeliruan Ini Agar Tidak Merusak Nilai Ramadan!

Bersahur Sebelum Berpuasa

Salah satu amalan sunah sebelum menjalankan ibadah puasa adalah bersahur. Meskipun amalan sunah, tapi jangan sepelekan amalan ini. Saat bulan Ramadan, pahala amalan sunah akan diganjar seperti amalan wajib.

Selain itu, dalam bersahur pun ada keutamaan yang tidak boleh disepelakan. Oleh karena itu, bersahur merupakan amalan yang snagat dianjurkan, meskipun misalnya hanya sanggup bersahur dengan seteguk air.

Rasulullah saw. bersabda:

“Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur.”
(H.R Ahmad).

Di dalam sahur pun terdapat keberkahan yang luar biasa. Hal tersebut disampaikan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya:

“Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur).”
(H.R. Ahmad).

Waktu untuk Bersahur

Di dalam Islam, ada waktu yang dianjurkan untuk bersahur, yakni mulai dari pertengahan malam hingga menjelang fajar tiba. Berikut hadis yang menjelaskan perihal wkatu bersahur:

“Sesungguhnya di antara kami ada dua orang laki-laki dari sahabat Nabi saw., salah satunya menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, sedangkan yang satunya mengakhirkan berbuka dan menyegerakan sahur.” Dia berkata, Aisyah berkata, “Siapa di antara keduanya yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur?” Dia berkata, saya berkata, “Dia adalah Abdullah.” Aisyah berkata, “Seperti itulah yang dilakukan Rasulullah saw.”
(H.R. Ahmad).

Merujuk hadis di atas, waktu yang ideal untuk bersahur adalah di akhir waktu sebelum azan subuh berkumandang. Hal itulah yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

Baca Juga: Betulkah Kentut di Dalam Air Bisa Membatalkan Puasa?

Maka, apabila tanda imsak telah terdengar, makan dan minum masih boleh dilanjutkan. Imsak sendiri merupakan tanda peringatan sebagai bentuk kehati-hatian agar setiap muslim yang bersahur tidak kebablasan makan minum hingga terdengar waktu azan subuh.

Di dalam hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit r.a., diriwayatkan dari Muslim bin Ibrahim, diriwayatkan dari
Hisyam, diriwayatkan dari Qatadah, dari Anas, dari Zaid bin Tsabit r.a. ia berkata:

“Kami sahur bersama Nabi Muhammad saw. kemudian kami melakukan salat (Subuh).” Saya berkata, “Berapa lama ukuran antara sahur dan subuh?” Nabi bersabda, “Seukuran antara sahur dan subuh?” Nabi bersabda, “Seukuran membaca 50 ayat Al-Qur’an!”
(H.R. Bukhari dan Muslim).

Jadi, bisa disimpulkan bahwa bersahur saat imsak itu masih diperbolehkan. Namun, kita harus berhenti makan dan minum apabila azan subuh telah berkumandang. Itulah pembahasan singkat perihal hukum makan dan minum setelah imsak. Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat.

Sahabat, Ramadan adalah bulan yang mulia. Alangkah lebih baik jika di bulan ini kita memperbanyak amal kebaikan. Salah satu amal kebaikan yang bisa kita lakukan adalah bersedekah. Pahala sedekah yang kita lakukan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan oleh Allah Swt.

Sahabat bisa menyalurkan sedekahnya melalui Rumah Zakat dengan mengikuti tautan ini. Mari tebarkan #ManfaatHebat kepada sesama melalui sedekah di Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait