KEMBALIKAN SENYUM KORBAN MERAPI BERSAMA MOSLEM AID AUSTRALIA

YOGYAKARTA. Bencana Alam yang meninmpa sebagian wilayah Indonesia, mampu menggugah empati dari berbagai pihak. Tak hanya dari dalam negeri muslim dari mancanegara pun ikut tergugah. Salah satunya adalah Muslim Aid Australia (MAA).

Bersama Tim Rumah Zakat, Senin (15/11) komunitas muslim yang memberikan banyak bantuan ke beberapa negara ini akhirnya berkesempatan langsung mengunjungi Yogyakarta. MAA yang diwakili International Program Manager, Brother Tanvir Uddin berkunjung ke posko pengungsi dan beberapa wilayah yang terkena awan panas saat erupsi Merapi.

Pada kunjungannya ke lokasi pertama, Brother Tanvir yang merupakan keturunan Bangladesh ini nampak serius berbincang dengan sekelompok pengungsi dan pejabat desa setempat. Selain menggali hal-hal yang dibutuhkan pengungsi selama di pengungsian, ia juga menggali kebutuhan warga setelah kembali ke daerahnya masing-masing. Di posko tersebut, MAA juga secara simbolis menyerahkan 100 Paket Superqurban, 1500 Paket Siaga Gizi, dan 10 paket bantuan kebutuhan pengungsi lengkap yang terdiri dari handuk, peralatan mandi, alat tidur, alat masak dan lainnya.

Meski mengalami kendala bahasa, beberapa pengungsi terutama orang tua dan anak-anak antusias. Keakraban Tanvir bersama anak-anak terlihat saat dirinya sempat masuk ke mobil perpustakaan keliling yang dikelola pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. “Wah ada Londo!” seru anak-anak yang tengah asyik membaca di perpustakaan keliling tersebut.

Perjalanan dilanjutkan dengan mengajak brother Tanvir ke daerah Cangkringan yang banyak memakan korban pada erupsi (5/11). “This like a lost village, all of people escape, to shelter around here” ujar Tanvir saat membuat film dokumenter dengan kamera video mininya. Sesampainya di Dusun Pangukrejo Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman, brother Tanvir dan juga rombingan terlihat miris melihat kondisi desa yang porakporanda akibat musibah ini.  Rumah- rumah hancur, sebagian besar bangunan rusak berat termasuk salahsatu musholla yang ada di sana. Bau bangkai sapi pun masih sangat tajam tercium, dan tanpa disengaja kameraman yang diikutsertakan untuk mendoikumntasikan perjalanan menemukan lima bangkai sapi yang mati karena awan panas.

Di lokasi ini, brother Tanvir sempat menjelaskan bahwa Muslimm Aid Australia akan mengusahakan bantuan untuk membangun kembali salahsatu desa yang hancur. “Kami akan usahakan agar desa ini dibangun kembali, membantu memberikan fasilitas umum termasuk membangun kembali masjid ini,” ujarnya sambil menunjuk masjid yang rusak. Taklupa ia mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat karena telah mengelola bantuan dari MAA dengan baik. “Semoga pada bantuan selanjutnya kita bisa bekerjasama lagi,” pungkasnya dalam video testimoni tersebut. Setelah Yogyakarta, brother Tanvir kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mentawai.

Newsroom/Muhammad Zahron
Jawa Tengah

Tags :
Konfirmasi Donasi