KEMBANG GOYANG “COKELAT MENTARI” BU SRI RAHAYU


BANDUNG. Kue kembang goyang merupakan salah satu camilan khas jaman dulu yang sudah mulai dilupakan orang. Kembang Goyang  memiliki cita rasa tradisional yang sudah langka yang perlu dilestarikan. Hal itulah yang dilakukan oleh Ibu Sri Rahayu, beliau memiliki usaha produksi camilan kembang goyang sebagai upaya beliau dalam membantu perekonomian keluarga. 

Tahun 2010 beliau memulai usaha tersebut dengan menitipkannya di warung-warung tetangga. Pada saat hari raya ibu Rahayu memproduksi lebih banyak dari biasanya di karenakan pada saat itu banyak tetangganya yang pesan buat oleh-oleh pulang ke daerah asalnya.

Dalam sekali produksi biasanya ibu Rahayu menghasilkan 66 bungkus dan per bungkusnya isi 3 kue beliau jual harga Rp1000 /bungkus. Kalau itu habis omset beliau Rp 66.000,-di potong biaya produksi Rp40.000. Usaha yang dilakukan ibu Rahayu selama ini beliau mengakui belum maksimal dikarenakan hanya dipasarkan di warung-warung terdekat saja. Kedepan beliau ingin usaha ini bisa berkembang dengan adanya intervensi dari Rumah Zakat serta dengan kemasan yang lebih menarik dan varian rasa yang berbeda. Sehingga nantinya produk kembang goyang tersebut bisa lebih dikenal oleh semua lapisan masyarakat dan bisa masuk pasar modern. 

Ibu Sri Rahayu yang saat ini berumur 37 tahun adalah binaan dari Rumah Zakat Cabang Surabaya, demikian juga anak keduanya Risma Yuhana Defitri, kelas 5 SDN Margorejo 1, sudah setahun ini menjadi Anak Juara. Sedang anak pertama beliau seorang laki-laki bernama Vico Indira Purnomo, sekarang sudah kelas 3 SMP Budi Sejati. Suaminya adalah buruh pabrik cat. ***

#Newsroom/Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi