KENAPA MASIH ADA MAKSIAT DI BULAN RAMADHAN?WHY THERE ARE STILL SINNERS IN RAMADHAN?

Setan-dibelenggu-ilustrasi-JIBI-photo-640x420Oleh: Muchlisin BK

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mensabdakan bahwa setan dibelenggu di bulan Ramadhan.

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika setan-setan telah dibelenggu, mengapa masih ada yang berbuat maksiat di bulan Ramadhan? Mengapa juga masih ada yang korupsi di bulan Ramadhan dan sebagian pelakunya adalah muslim?

Ibnu Taimiyah menjelaskan, meskipun setan dibelenggu, seseorang masih bisa bermaksiat. Sebab maksiatnya seseorang bukan hanya karena digoda oleh setan tetapi juga karena dorongan syahwatnya. Jadi, meskipun setan tidak bisa menggoda karena dibelenggu, syahwat manusia masih ada. Jika tidak ditahan, syahwat inilah yang mengajak kepada kemaksiatan.

Abul ‘Abbas Al-Qurthubi juga memiliki penjelasan yang lebih detil. Menurutnya, setan dibelenggu dari orang yang menjalankan puasa dengan benar. Yakni dari orang-orang yang memperhatikan syarat dan adab berpuasa. Adapun orang yang tidak menjalankan puasa dengan benar –apalagi orang yang tidak berpuasa- maka setan tidaklah terbelenggu darinya.

Dan kalaupun setan dibelenggu dari seluruh orang yang berpuasa bagaimanapun kualitas puasanya, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain. Yakni dorongan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada kejelekan.

Ia juga mengisyaratkan adanya kebiasaan yang telah dilakukan orang tersebut ketika diganggu oleh syetan. Kebiasaan itu tetap terbawa meskipun setan sudah tidak menggodanya.

Dalam kondisi yang terakhir ini, manusia itulah yang menjadi setan itu sendiri sebagaimana firman Allah:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu” (QS. Al An’am: 112)

Maka marilah kita perhatikan puasa kita dan kita berupaya agar terhindar dari kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, khususnya di bulan Ramadhan. Terutama dari dosa-dosa besar yang sangat tidak layak terjadi dalam kondisi setan telah dibelenggu. Jangan sampai kita menjadi bagian dari setan seperti firman Allah dalam Surat Al An’am ayat 112 tersebut.

Sumber: bersamadakwah.com
Setan-dibelenggu-ilustrasi-JIBI-photo-640x420 By : Muchlisin BK

Prophet sallallaahu ‘alaihi wasallam said that devils chained up during Ramadan.

“When Ramadan comes, the gates of heaven are opened, the gates of Hell are closed and the devils chained up” (HR. Bukhari and Muslim)

If demons have been shackled, why there is still a sinner in Ramadan? Why there are people who still doing a corruption in Ramadan and most of the perpetrators are Muslims?

Ibn Taymiyyah explained, although the devil chained up, one can still engage in immoral acts. For-vice person not only because tempted by the devil, but also because of their lust. Thus, although the devil cannot tempt because shackled, human lust is still there. If it is not held up, lust is what invites to disobedience.

Abul Abbas Al-Qurtubi also has a more detailed explanation. According to him demon shackled from people who are fasting properly. Which are people who pay attention to the terms and etiquette of fasting, as for those who do not perform fasting with true-especially those who do not perform fasting – then the devil is not shackled from him.

And if devils chained up from around a fasting person, no matter the fasting quality is, still sinners can occur with other causes which is the drive of lust that always led to immoral act.

He also suggests habits that have done when bothered by Satan. Habits are still carried away though Satan is not bothering him.

In the last condition, the man that is the devil himself as Allah says:

” Thus have we appointed unto every prophet an adversary – devils of humankind and jinn who inspire in one another plausible discourse through guile. If thy Lord willed, they would not do so; so leave them alone with their devising ” (QS. Al-An ‘ am: 112)

So let us consider our fast and we strive to avoid disobedience and insubordination to Allah Subhanahu wa Ta’ala, especially in Ramadan. Especially from major sins that are very unfit occur in conditions of demons have been shackled. Do not let us be a part of the devil as Allah says in Surah Al An’am verse 112.

Source: bersamadakwah.com

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia