[:ID]KOMPAS.COM DAN RUMAH ZAKAT SINERGI BANTU FAHRI UNTUK SEMBUH[:en]KOMPAS.COM AND RUMAH ZAKAT SINERGY HELP FAHRI FOR HEALING[:]

[:ID]BANDUNG. M Fahri As-Sidiq (11), atau sering disebut Fahri, menjadi nama yang tidak asing bagi kita. Pasalnya anak yang memiliki penyakit Osteogenesis Imperfecta ini ramai menjadi perbincangan media karena kondisi tulangnya yang begitu rapuh jika terkena sedikit benturan, bahkan jika bersin ataupun batuk. Beberapa waktu lalu Kompas.com bekerjasama dengan Rumah Zakat untuk menyalurkan bantuan dari para donatur melalui Kitabisa.com. Banyak dari donatur yang terketuk hatinya untuk membantu adik kecil yang membutuhkan biaya pengobatannya hingga usia 17 tahun nanti.

Donasi dari para “netizen” Kompas.com dipercayai untuk disalurkan melalui Rumah Zakat. Hal ini agar donasi yang terkumpul dapat disalurkan sesuai dengan yang diamanahkan. Dalam proses penyalurannya, Rumah Zakat akan melakukan identifikasi berbagai kebutuhan Fahri. Kebutuhan yang diidentifikasi mulai dari untuk medis hingga non-medis seperti keperluan untuk sehari-hari. Dengan demikian, dana yang telah terkumpul bisa dimanfaakan secara optimal. Setelah melakukan identifikasi telah disepakati baik dari pihak Rumah Zakat, Kompas.com dan Ibunda Fahri bahwa pemberian bantuan akan dilakukan bertahap setiap bulan sesuai dengan kebutuhan yang telah diverifikasi terlebih dahulu. Apabila ada kebutuhan mendesak di luar kebutuhan reguler, disalurkan sesuai dengan permintaan dari Ibu Fahri.

Sejak bulan Mei 2017 hingga saat ini, penyaluran yang diberikan kepada Fahri dan keluarganya sudah dilakukan sebanyak 12 tahap dengan total penyaluran Rp 119.208.000,- Penyaluran tahap ke 12 baru saja dilakukan pada hari ini, Rabu (30/08) di klinik RBG Jalan Turangga no 63, Bandung. Adapun penggunaan dana penyaluran yaitu untuk pengobatan rutin Fahri, kebutuhan sehari-hari mulai dari makan, listrik, akomodasi pengobatan, modal usaha, kontrakan rumah, dan lain sebagainya.

Rencananya Fahri akan melakukan operasi Hernia yang ke 2, namun masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan operasi, karena informasi yang disampaikan oleh Ibunda Fahri saat ini Fahri sedang berada di Banten bersama saudaranya. Saat ini kondisi Fahri cukup baik, selama di Banten Fahri ikut sekolah bersama saudara-saudaranya pada pagi hari dan mengaji di Masjid dekat rumah pada siang harinya.

Usaha baju muslim yang dimiliki ibunya juga masih berjalan, saat ini usahanya pindah dari rumah saudaranya dan menyewa kios di dekat kampus UIN Bandung dengan biaya Rp 2.000.000/bulan. Rencananya selain bantuan untuk kesehatan akan ada juga pendampingan dan pelatihan untuk wirausaha online dan pembuatan website untuk pengembangan usaha ibunya.

Saat ini ibunda Fahri sedang mempertimbangkan soal kelanjutan hidupnya apakah tetap di Bandung atau menitipkan Fahri di Banten. Namun jika pada akhirnya Fahri memutuskan tinggal di Banten maka Fahri akan dititipkan di saudara ibunya, dan ibunda Fahri tinggal di Bandung untuk melanjutkan usaha dengan adik Fahri, Ijan. Hari ini ibunda Fahri berencana pergi ke Banten untuk menengok anaknya karena sudah terjadwalkan jadwan berobat dan perawatan Fahri di RS Al-Islam Bandung.

 

 

Newsroom/Nur Shyfa
Bandung

 

 

 [:en]BANDUNG. M Fahri As-Sidiq (11yo), or often called Fahri, becomes a familiar name to us. Because this boy who suffers Osteogenesis Imperfecta become media’s issue due to his bone condition that so fragile if exposed to a little impact, even if sneezing or coughing. Some time ago Kompas.com cooperated with Rumah Zakat had distributde aid from the donors through Kitabisa.com. Many of the donors are willing to help him until the age of 17 years later.

Donations from the Kompas.com’s netizens were trusted channeled the help through Rumah Zakat. In the process of distribution, Rumah Zakat will identify various needs of Fahri from medical to non-medical such as daily necessities. The assistance will be given gradually every month in accordance with the needs that have been verified first. If there is an urgent need beyond the regular requirement, it is channeled in accordance with the request from Fahri’s mother.

Since May 2017 until now, the distribution given to Fahri and his family has been done as many as 12 stages with total distribution of Rp119,208,000. – The distribution of the 12th phase has just been done on Wednesday (30/08) at Clinic RBG of Rumah Zakat, on Turangga street number 63, Bandung. The fund will be used for Fahri’s routine treatment, daily needs from food, electricity, treatment accommodation, business capital, rented house, and so on.

According to the plan Fahri will have second Hernia operation, but the time has not been decided. Because Fahri is currently in Banten with his family. Fahri’s currently condition is quite good, as long as in Banten Fahri joining school with his brothers in the morning and recite at the mosque near the house in the afternoon.

Muslim clothing business owned by his mother is still running, now her business moved from her brother’s house and rented a kiosk near the campus of UIN Bandung at a cost of Rp 2.000.000 per month. In addition assistance for health there will be also mentoring and training for online entrepreneurs and website development for the development of his mother’s business.

Currently, Fahri’s mother is considering the continuation of his life whether Sshe remains in Bandung or entrust Fahri in Banten. But if Fahri finally decides to stay in Banten then Fahri will be entrusted to his mother’s sister, and Fahri’s mother lives in Bandung to continue her business with Fahri’s brother, Ijan. Today Fahri’s mother plans to go to Banten to visit her son because it is scheduled for treatment of Fahri in Al-Islam Hospital Bandung.

 

Newsroom / Nur Shyfa
Bandung[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia