[:ID]MISTERI KEHIDUPAN[:en]MISTERY OF LIFE[:]

[:ID]0703 MISTERI KEHIDUPANSebagian mereka (murid Hasan Basri) bertutur, Ketika saya duduk di samping Hasan Basri, tibatiba serombongan orang lewat sambil menyeret orang yang mati dibunuh. Begitu melihat orang tersebut, ia pun jatuh pingsan. Dan sesaat setelah siuman, aku bertanya tentang hal itu.

Sebetulnya orang ini gemar ibadah dan tokoh ahli zuhud, ujar Hasan Basri. Ya Abu Sa’id (Hasan Basri), tolong beri tahukan dan terangkan kepada kami tentang orang ini, tanyaku lagi.

Syekh ini keluar dari rumahnya hendak menuju masjid untuk shalat. Ternyata di perjalanan, dia melihat seorang gadis Nasrani dan dia pun tergoda sehingga membuatnya urung datang ke masjid. Lalu wanita itu mengancam, ‘Aku tidak mau menikah denganmu kecuali setelah kamu masuk agamaku’.

Setelah berlalu sekian lama dan gejolak cinta lelaki itu makin memuncak, kemalangan menghela dirinya, seraya mengabulkan permintaan gadis Nasrani tersebut dan dia pun berlepas diri dari agama yang hanif (Islam).

Ketika lelaki itu sudah menjadi Nasrani dan dia menjadi bagian darinya, gadis tersebut justru keluar dari balik tirainya, dan berucap, Hai lelaki, sungguh tiada kebaikan sama sekali pada dirimu! Engkau keluar dari agamamu yang sudah menemanimu sepanjang usiamu demi syahwat yang tiada nilainya. Sedang aku, kutinggalkan agamaku demi mencari kenikmatan yang tak akan punah selama di sisi Allah Yang Maha Esa, yang kepada-Nya bergantung segala sesuatu.

Kemudian wanita itu membaca surah al-Ikhlash: Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (1-4).

Orang-orang pun terkejut dan heran, seraya bertanya, Apa kamu memang sudah hafal surah ini sebelumnya? Tidak. Demi Allah! Saya sama sekali tidak hafal. Tapi, ketika lelaki itu merengek-rengek meminta nikah denganku, aku bermimpi dalam tidurku seolah-olah aku ma suk neraka, lalu diperlihatkanlah tempatku. Aku pun dicekam ketakutan dan kecemasan yang luar biasa. Lantas Malaikat Malik berkata, ‘Jangan takut, jangan cemas karena Allah sudah menebus (kesalahan dan dosa)-mu dengan lelaki itu.’ Kemudian dia memegang tangan saya, seraya menuntun dan memasukkan saya ke dalam surga.

Dan ketika aku berada di dalamnya, kudapati tulisan ini, lalu kubaca, Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh) (QS ar-Ra’d [13]: 39).

Setelah itu, Malaikat Malik membacakan surah al- Ikhlas kepadaku, lalu aku pun menerimanya seraya mengulang-ulangnya. Sejurus kemudian, aku terbangun dan aku pun hafal surah itu.

Kemudian wanita itu masuk Islam, sementara syekh tadi dibunuh karena murtad, demikian penuturan Hasan Basri. Kita mohon kepada Allah moga Menganugerahi kita keteguhan dan afiah (sehat iman).

Begitulah misteri kehidupan, yang sama sekali tak terjamah prediksi manusia. Maka mereka yang kini saleh, jangan pongah karena boleh jadi akhir kehidupannya tragis, seperti narasi di atas.

Sebaliknya, mereka yang berkubang dosa tak perlu pe simistis dan putus asa karena amat mudah bagi Allah un tuk membalikkan hati seseorang sehingga serta-merta justru mereka menambatkan seluruh hidupnya ha nya untuk-Nya. Maka, teruslah hati kita merintih ber doa, agar istiqamah dan mati dalam husnul khatimah.

Oleh: Makmum Nawawi

Sumber: http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/03/06/omdtlj313-misteri-kehidupan

 [:en]

0703 MISTERI KEHIDUPANMost of them (Hasan Basri’s students) said, when I sat next to Hasan Basri, suddenly a group passed by dragging a slain. When he saw the man, he fainted. And shortly after came to, I was asked about it.

Actually, this person likes to worship and Zuhd experts, said Hasan Basri. Ya Abu Sa’id (Hasan Basri), please let us know and explain to us about this, I asked again.

The sheikh was heading out of his house to mosque for prayers. It turns on the way, he saw a Christian girl and he was tempted to make him failed to come to the mosque. Then she threatened, “I will not marry you unless after you’ve converted to my religion ‘.

After so long and his love to the girl was getting stronger, misfortune pulled himself, as he granted the request of the Christian girl and he left the Hanif religion (Islam).

When he was already a Christian and he becomes part of it, the girl just out from behind the curtain, and said, O man, it is no kindness at all to yourself! You out of your religion that has accompanied you throughout your age for the sake of lust that has no value, as for me, I left my religion in search of pleasure that will not be extinct for Allah Almighty, to whom everything depends.

Then she was reading surah al-Ikhlas: Say, He is Allah, the Almighty. God is a God who depend on Him everything. He is no birth and no too begotten. And no one is equal to him (1-4).

People were shocked and surprised, asking, do you already memorized this verse before? No. For the sake of Allah! I did not know at all. But, when the man whining to me, want to marry me, I had a dream in my sleep as if I went to hell, then saw a place. I was gripped by fear and great anxiety. Then Angel Malik said, ‘Do not be afraid, do not worry because God has redeemed your guilt and sin to him.’ Then he took my hand, while guiding and put me in paradise.

And when I was in it, I found this surah, then read, God abolish what He wills and establishes (what He wills), and on the side of Him is there Umm al-Kitab (Lawh Mahfuz) (Surah ar-Ra ‘ d [13]: 39).

After that, the angel Malik recited surah al-Ikhlas to me, and I accepted it as she repeated them. A moment later, I woke up and I got memorized the surah.

Then the woman converted to Islam, while the sheikh was killed for apostasy, according to the narrative of Hasan Basri. We ask Allah, my He grant us steadfastness and afiah (healthy faith).

That’s the mystery of life, completely untouched by human prediction. So they are now righteous, do not be presumptuous it maybe he get tragic final life, as the narrative above.

Conversely, those who are in sins, don’t be pessimistic and despair because it is very easy for Allah to turn the hearts of someone that necessarily precisely their whole life tether her/his to Allah. So, keep our hearts groan for prayers, ask for istiqamah and die in Husnul khatimah.

 

By: makmum Nawawi

Source: http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/03/06/omdtlj313-misteri-kehidupan[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia