NYUNDA PISAN EUY! RAGAM KULINER KHAS SUNDA WARNAI UJIAN SEKOLAH DI SMP JUARA BANDUNG

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Ini adalah saat-saat terakhir siswa kelas IX berada di SMP Juara Bandung. Menjelang kelulusan tentu saja ada rangkaian ujian yang harus dilewati. Seminggu kemarin adalah jadwal Ujian Sekolah (US) Praktek untuk seluruh siswa kelas IX. Tepatnya hari Selasa (31/03) seluruh siswa kelas IX mengikuti US Praktek Basa Sunda.

Masing-masing siswa sudah membawa makanan khas sunda yang akan mereka presentasikan. Banyak dari mereka yang membuat sendiri masakan tersebut dengan ibunya masing-masing di rumah. Bahkan yang tinggal di pesantren pun membuka sibuk pengelola asrama untuk membuat getuk dan seblak. Ada juga yang membuat cendol, cilok, kelepon, kicimpring, nagasari, putrid noong, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya ujian sekolah Praktek Basa Sunda mengambil kompetensi Nyarita atau bercerita. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang agar siswa lebih mengenal makanan khas sunda dan melestarikan budaya sunda itu sendiri. Mengingat, saat ini budaya Sunda yang mulai bergeser sedikit demi sedikit oleh budaya luar. Di SMP Juara sendiri sebenarnya sudah ada Klub yang mewadahi siswa untuk melestarikan budaya sunda, yaitu Atikan Sunda.

Pada pelaksanaannya, masing-masing siswa akan menceritakan tentang makanan khas sunda, mulai dari bahan-bahannya, cara membuatnya, dan deskripsi tentang makanan khas sunda tersebut. Agar lebih hidup, kami menyepakati untuk membawa serta makanan khas sunda yang akan diceritakan. Mereka melingkar di ruangan kelas, dan bergantian bercerita. US Praktek berlangsung seru, mereka sangat antusias dan bangga dengan makanan yang dibawanya.

Belum lagi bahasa yang digunakan yang berbelit-belit. Robi Rodia menuturkan kegiatan Ujian Sekolah Praktek kemarin seru, terasa kebersamaan kelasnya, juga menambah wawasan saya tentang macam-macam makanan khas Sunda.***

Newsroom/Irma Ramadhan
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi