[:ID]PANEN 100 KG LELE, KELOMPOK BINAAN RUMAH ZAKAT DAPAT RESPON POSITIF DARI KEPALA DESA TAMANHARJO[:en]HARVESTING 100 KG CATFISH, RUMAH ZAKAT’S EMPOWERED GROUP GET APPRECIATION FOR VILLAGE HEAD[:]

[:ID]MALANG. Jumat, (13/07) Bersama kelompok budi daya lele, Fasilitator 0    Desa Berdaya Rumah Zakat menggelar tasyakur atas panen lele yang dilakukan kelompok ini beberapa waktu lalu. Kelompok budidaya lele ini merupakan kelompok pemberdayaan yang dibentuk  oleh sugeng Widyantoro, fasilitator Rumah Zakat di Desa Tamanharjo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Selama beberapa bulan anggota budidaya lele yang berjumlah 5 orang ini berjibaku untuk memelihara lele selain itu mereka juga mendapatkan bimbingan langsung dari fasilitator Desa Berdaya sehingga akhirnya bisa di panen 100 Kg lele pada saat panen perdana.

“Tasyakuran ini bertujuan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dan juga sebagai penyemangat dalam kegiatan budidaya lele ini agar ke depan lebih baik lagi supaya hasil panen juga lebih berhasil dari yang sekarang ini” ujar Sugeng Widyantoro.

Dalam acara tersebut juga hadir Kepala Desa Tamanharjo, ketua RW 02 dan Kepala Dusun Kebonagung dan ketua RT di lingkungan RW 02. Dan hadir pula kepala cabang Rumah Zakat Malang. Dalam sambutannya bapak Kepala Desa Tamanharjo menyambut baik inisiatif kegiatan ini dan mengajak warga untuk ikut serta membudidayakan lele.

“Berterimakasih kepada Rumah Zakat yang telah membantu pemerintahan desa Tamanharjo dalam memberdayakan masyarakat khususnya di dusun Kebonagung dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat,” ujar Kepala Desa Tamanharjo

Respon positif dari bapak Kepala Desa secara spontan memberikan bantuan langsung Rp. 500.000,- untuk subsidi bagi yang membeli lele yang dijual panitia dan juga berjanji akan menganggarkan dana APBDes di kegiatan tahun 2019 dari Dana Desa untuk mengembangkan kelompok peternak lele ini menjadi kelompok yang berdaya sehingga menjadi ikon dusun Kebonagung yaitu terbentuknya Kampung Lele.

Acara ini juga dimeriahkan oleh tampilan dari anak-anak bimbel dan bazar aneka olahan lele ada lele krispi, abon lele, lalapan lele dan juga penjualan lele segar yang dijual dengan harga promosi Rp. 15.000,-/ kg.

Newsroom
Dani Suhardi / Lailatul Istikhomah[:en]MALANG. Friday, (13/07) Together with the cultivation of catfish, the Facilitator of Rumah Zakat empowered village held a tasyakur on the catfish harvest conducted by this group some time ago. This catfish farming group is a group of empowerment formed by sugeng Widyantoro, the facilitator of Rumah Zakat in Tamanharjo Village, Singosari District, Malang Regency.

For several months members of the catfish cultivation of 5 people is struggling to maintain the catfish in addition they also get direct guidance from the village facilitators o that eventually they harvested 100 kg of catfish at the time of the first harvest.

“This event aims as a form of gratitude to Allah SWT and also as an encouragement in the cultivation of this catfish for the better future so that the harvest is also more successful than the current” said Sugeng Widyantoro.

In the event also attended the Village Head Tamanharjo, chairman of RW 02 and Head of Hamlet Kebonagung and chairman of the RT in the neighborhood RW 02. And there was also the branch manager of Rumah Zakat Malang. In his speech, the village chief of Tamanharjo welcomed the initiative of this activity and invited people to participate in cultivating catfish.

“Thanks to Rumah Zakat who has helped the village government in empowering Tamanharjo community especially in the hamlet Kebonagung with various positive and useful activities,” said Village Chief Tamanharjo

Positive response from the village head’s father spontaneously provided direct assistance Rp. 500.000, – for subsidies for those who buy catfish sold by the committee and also promised to budget APBDes funds in activities in 2019 from the Village Fund to develop this group of catfish breeders into groups that are powerless so that the icon of Kebonagung hamlet is the formation of Kampung Lele.

The event is also enlivened by the appearance of the children of bimbel and bazaar various processed catfish products such as crispy catfish, catfish abon, lalapan catfish and also selling fresh catfish sold at promotional price Rp. 15.000, – / kg.

Newsroom

Dani Suhardi / Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia