PANTANG MENYERAH MESKI BERMODAL MESIN JAHIT TUA

RZ LDKO CilegonSURABAYA. Ulin Ni’mah merupakan seorang istri yang tangguh. Berbekal mesin jahit tua peninggalan orang tuanya, Ulin memulai usahanya demi membantu sang suami. Awalnya dia hanya mengambil jahitan dari pabrik, namun lambat laun Ulin berani menerima tawaran menjahit pakaian langsung dari orang lain. Semakin lama semakin banyak yang ingin memakai jasa jahitnya.

Namun karena keterbatasan sarana, dalam hal ini mesin jahit dan juga modal usaha maka Ulin seringkali menolak untuk menerima pesanan tersebut. “Saya takut mengecewakan pelanggan,” ujar Ibu dari empat anak ini ketika ditanya kenapa harus membatasi pemasanan.

Sekarang Ulin menerima omzet Rp5.000.000 dengan THP sebesar Rp2.500.000 per bulan. Setelah mendapat pendampingan usaha serta modal dari RZ, Ulin tak lagi membatasi pesanan yang datang dari pada
pelanggannya. Beberapa waktu lalu Ulin bahkan sempat mendapatkan pesanan dari sebuah hotel di Kota Malang yang memesan sarung kursi dan taplak meja serta mendapatkan pesanan berupa 100 buah jas dari sebuah kelompok pengajian.

“Ulin termasuk member yang tangguh, dengan keterbatasan sarana yang ada tidak membuatnya mundur, akan tetapi semakin membuatnya bersemangat dalam bekerja” ungkap Hidayat selaku Micro Business Officer
(MBO) RZ yang mendampinginya.***

Newsroom/Rizky Hidayat
Surabaya

Tags :
Konfirmasi Donasi