[:ID]PELATIHAN TERNAK KELINCI DESA BERDAYA PUSPAHIANG, KAB. TASIKMLAYA[:en]TRAINING OF RABBIT BREADING IN PUSPAHIANG EMPOWERED VILLAGE, KAB. TASIKMALAYA[:]

[:ID]TASIKMALAYA. Kamis. (18/10). Fasilitator Desa Berdaya Puspahiang Ali Mutakki menyelenggarakan pelatihan ternak kelinci. Pelatihan yang dihadiri oleh 10 orang peserta ini diadakan di desa berdaya binaan Rumah Zakat Kp. Puspahiang Desa Puspahiang Kec. Puspahiang, Kab. Tasikmalaya. sejak pkl 10.00 s.d. 11.30 Wib ini.

Pelatihan dengan Pemateri yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang ternak kelinci, terhitung sejak tahun 1990, beliau adalah Bapak H. Aam Kamaludin. Ia membongkar mitos-mitos yang beredar di masyarakat selama lebih kurang 27 tahun, yang kemudian Ia sampaikan pada pelatihan kali ini, salah satunya tentang sulitnya memelihara kelinci berkenaan dengan lelahnya memberi pakan (read: cape ngarit).

Setelah Ia selesai memaparkan pengalaman-pengalamannya dalam memelihara kelinci, 99% peserta tertarik untuk memelihara kelinci. Hal itu terlihat dari antusias para peserta dalam sesi tanya jawab, yang Alhamdulillah dapat terjawab oleh pemateri dengan sangat memuaskan.

Begitu bersyukurnya para peserta atas diadakan pelatihan kelinci ini. “mudah-mudahan Rumah Zakat semakin baik kedepannya dengan program-program pemberdayaan lainnya”ujar salah seorang peserta.

Newsroom
Yanta / Lailatul Istikhomah[:en]TASIKMALAYA. Thursday. (18/10). Empowered Village Facilitator Ali Mutakki Puspahiang organizes rabbit livestock training. The training, which was attended by 10 participants, was held in Kp. Puspahiang Puspahiang Village Kec. Puspahiang, Kab. Tasikmalaya. since 10:00 am 11.30 this morning with the assistance of Rumah Zakat.

Training with presenters who are very experienced in the field of rabbit livestock, as of 1990, he is Mr. H. Aam Kamaludin. He uncovered the myths that circulated in the community for approximately 27 years, which he then conveyed to the training this time, one of which was the difficulty of keeping rabbits with regard to the fatigue of feeding.

After he finished describing his experiences in maintaining rabbits, 99% of participants were interested in raising rabbits. This can be seen from the enthusiasm of the participants in the question and answer session, which Alhamdulillah can be answered by the speaker with great satisfaction.

So grateful were the participants for this rabbit training. “Hopefully the Zakat House is getting better in the future with other empowerment programs” said one participant.

Newsroom
Yanta / Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia