PEMBINAAN ANAK JUARA DI BANJARMASIN

RZ_banjarmasinOLYMPUS DIGITAL CAMERABANJARMASIN. Rumah Zakat cabang Banjarmasin  menggelar pembinaan Anak Juara di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Minggu (9/6). Event ini digelar dalam bentuk outing bagi semua jenjang SD. Lokasi halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin menjadi pilihan untuk kegiatan outing yang berbentuk games Isra Miraj. Event ini dilaksanakan agar Anak Juara lebih mengetahui lagi tentang kejadian Isra dan Mirajnya Rasulullah SAW.

Sekitar pukul 07.00 WITA pagi, Anak-Anak Juara mulai berdatangan dari masing-masing wilayah Integrated Community Development yang berbeda. Ada yang datangnya dengan lari pagi atau jalan sehat bersama kakak mentornya, ada pula yang datang dengan angkutan kota menuju lokasi. Kegiatan pun dimulai setelah mendengarkan pengarahan dari salah satu korwil. Setelah membagi Anak Juara ke dalam 11 kelompok, mereka bergantian mendatangi pos-pos yang telah disediakan, dari pos 1 sampai pos 7 seperti perjalanan Mirajnya Rasulullah dari langit pertama sampai langit ketujuh.

Masing-masing mentor yang menjaga pos/langit pertama sampai ketujuh tadi, akan merefresh ingatan Anak Juara dengan bertanya, di tiap langit itu Rasulullah bertemu dengan nabi siapa saja? Game di tiap pos pun disiapkan dengan mengambil keteladanan Nabi yang ditemui dalam Miraj Rasulullah tersebut ditiap langit. Di langit pertama, Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam, di langit kedua Nabi Isa dan Yahya, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf, di langit keempat dengan Nabi Idris, di langit kelima dengan Nabi Harun, di langit keenam dengan Nabi Musa dan di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim.***

Di pos pertama, game yang dimainkan adalah ‘blind walk’, dengan mengambil keteladanan Nabi Adam tentang ketaatan pada Allah SWT. Di pos kedua, ada game ‘the miracle color’. Mengambil ibrah bahwa Nabi Isa diberikan mukjizat oleh Allah. Di pos ketiga game ‘memecahkan makna pribahasa’, seperti halnya Nabi Yusuf yang mentakwilkan mimpi. Di pos keempat, game ‘rantai koran’ berkaitan dengan kekaguman Nabi Idris atas akal dan kepandaian yang Allah berikan sehingga mengajarkan kepada kita tentang bersyukur atas munculnya ide-ide kreatif dari pikiran kita.

Di pos lima, game ‘kaki seribu’. Di pos ini mengaitkan tentang Nabi Harun, saudaranya Nabi Musa yang mana mengajarkan makna bahwa untuk mencapai sesuatu kita perlu bantuan orang lain. Di pos keenam game ‘menyusun korek api diatas botol’, makna yang diajarkan lewat keteladanan Nabi Musa adalah untuk mencapai sebuah target, tujuan dan kesuksesan diperlukan kesabaran, ketelatenan, dan kesabaran yang harus dimiliki oleh pribadi muslim. Dan terakhir, di pos tujuh game ‘berdiri di atas lipatan koran terkecil’ tentang makna pengorbanan yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya.

Newsroom/Nimatul Abadiah
Banjarmasin

Tags :
Konfirmasi Donasi