[:ID]PEMBINAAN TAHSIN DAN TAHFIDZ DI ASRAMA TARUNA JUARA RUMAH ZAKAT[:en]TAHSIN AND TAHFIDZ IN DORMITORY OF TARUNA JUARA RUMAH ZAKAT[:]

[:ID]

PEMBINAAN TAHSIN DAN TAHFIDZ DI ASRAMA TARUNA JUARA RUMAH ZAKATYOGYAKARTA (15/03) – Rumah Zakat yang memiliki kepedulian terhadap pemuda menggulirkan program Taruna Juara pada 28 Oktober 2016 lalu di kota Yogyakarta . Taruna Juara adalah Program pelatihan dan pembinaan jiwa kepemimpinan dengan konsep rumah tinggal sebagai pusat pembinaan. Mahasiswa memperoleh subsidi biaya untuk tinggal dan mengikuti rangkaian program secara berkelanjutan sebagai bentuk persiapan generasi pemimpin masa depan  yang beriman dan memberikan solusi terhadap permasalahan bangsa.

Salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan di Asrama Taruna Juara di jalan banteng utama no. 51  adalah tahsin dan tahfidz yang dilaksanakan setiap hari ahad, senin, selasa, dan rabu. Kegiatan ini dilaksanakan setelah sholat isya’ berjamaah dimasjid an nur dimasjid sekitar asrama sampai dengan pukul 21.30 dan juga ba’da subuh sampai pukul 06.00.

Dengan di dampingi Pembina Asrama dan Tim scuud memory para Taruna Juara belajar tahsin dengan menggunakan metode ummi sedangkan untuk hafalan Qur’an para Taruna Juara  di targetkan hafal 4 juz dalam 2 tahun dengan scuud memory.

“Setiap pagi ba’da subuh dan malam ba’da isya’ ini secara bergantian menunggu giliran menyetorkan hafalan memasuki aula 2 orang dengan mengawali hafalan pada surat al ahqaf pada juz 26 kemudian setelah selesai juz 27 sampai juz 29. juz 30 dituntut kepada para taruna juara ini untuk menghafal mandiri karena banyak diantara taruna yang sudah kholas menghafal juz 30.” Jelas Muhammad Syarqim Mahfudz, PIC Taruna Juara.

Mahfudz pun berharap dengan adanya program Taruna ini dapat mencetak generasi pemimpin yang beriman dan hafal Quran, disamping itu orang yang semakin Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

 

Newsroom/Lailatul Istikhomah

Yogyakarta

[:en]

PEMBINAAN TAHSIN DAN TAHFIDZ DI ASRAMA TARUNA JUARA RUMAH ZAKATYOGYAKARTA. (03/15) Rumah Zakat who is concerned about youth rolled Taruna Juara program on October 28, 2016 in Yogyakarta Taruna Juara is a is a training and leadership coaching program with the concept of residence as a coaching center. Students obtain the subsidy cost to stay and attend a series of programs on an ongoing basis as a form of preparation for the future leader generation of faithful who can provide solutions to the problems of the nation.

One form of coaching carried out in Taruna Juara Dormitory in banteng utama street no. 51.  . tahsin and Tahfidz is held every Sunday, Monday, Tuesday, and Wednesday. This activity is carried out after the evening prayers’ in congregation at An- nur mosque, the activity lasted untuil 09:30 pm and also at dawn after Subuh prayer utill 06.00 am.

Accompanied by Dormitory Supervisor and scuud memory Team Taruna Juara students learn tahsin using ummi method while for Quran memorization, the students should memorize 4 chapter in 2 years with scuud memory method.

“Every morning at dawn and evening after isya prayer students alternately deposit their rote, starting by memorizing Surah Al- Ahqaf in chapter 26 and then after they finish it they continue to chapter 27 to 29. Meanwhile for chapter 30 they tasked to independently memorize the surah in chapter 30 for some student have memorized it. “PIC Taruna Juara Program, Muhammad Syarqim Mahfudz said

Mahfouz also hoped that the program can create generation of leaders who believe and memorized the Quran, besides that who got many Quran Rote, they will gave a higher position in heaven. Muhammad SAW said: “they will be called shahibul Qur’an (in the Hereafter): read and went up, read tartil as you read with tartil in the world. Because of your position depends on the last paragraph that you read “(HR. Abu Daud in 2240, classed as saheeh al-Albani in Saheeh Abi Daud).

Newsroom/Lailatul Istikhomah

Yogyakarta

[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia