PENELITIAN PADA TIKUS: PUASA DAPAT MELEMAHKAN KANKER

Para Ilmuwan melaporkan, penelitian awal pada tikus yang memiliki penyakit kanker menunjukkan bahwa berpuasa dapat melemahkan tumor dan membantu kerja kemoterapi menjadi lebih baik. Meskipun masih belum diketahui apakah pendekatan yang sama bisa bekerja pada manusia, atau jika bisa, apakah akan aman. Peneliti mengatakan temuan ini menunjukkan rute baru yang menjanjikan bagi sebuah penelitian untuk meningkatkan respon terhadap pengobatan kanker.

Dalam percobaan pada tikus, “kombinasi dari siklus puasa ditambah kemoterapi lebih efektif, baik lebih atau jauh daripada kemoterapi saja,” kata penulis senior, Dr Valter Longo, seorang profesor dari gerontology and biological sciences di University of Southern California (USC). Longo dan rekan sebelumnya menerbitkan temuan pada tahun 2008 yang menunjukkan bagaimana puasa melindungi sel-sel normal terhadap kemoterapi dalam sebuah studi yang terfokus pada satu jenis kanker dan obat kemoterapi tunggal.

Penelitian terbaru memperluas penelitian yang menunjukkan bahwa puasa dapat membuat sel kanker menjadi lemah, dan mempengaruhi beberapa jenis kanker pada tikus. Jenis kanker yang dipelajari meliputi kanker payudara, melanoma, glioma dan neuroblastoma manusia. Semua kanker yang dipelajari menunjukkan bahwa puasa yang dikombinasikan dengan kemoterapi dapat meningkatkan kelangsungan hidup, memperlambat pertumbuhan tumor dan atau membatasi penyebarannya. Studi ini, seperti dilansir dari abc.net.au, kamis (09/02/2012), muncul dalam jurnal Science Translational Medicine.

“Kami tidak tahu apakah kombinasi tersebut akan efektif jika diterapkan pada manusia,” kata Longo, kemudian menambahkan bahwa untuk saat ini, seharusnya berpuasa itu “terlarang” untuk pasien kanker, meskipun mereka merasa bahwa mereka dapat meminta dokter mereka tentang kemungkinan untuk bisa berpuasa.

Pada tahun 2010, sebuah studi kecil yang dilakukan terhadap 10 pasien kanker manusia yang mencoba siklus puasa dengan terapi obat mereka menunjukkan bahwa mereka merasakan ada sedikit efek samping dari kemoterapi, menurut data yang dilaporkan oleh pasien itu sendiri. Studi ini dipublikasikan di dalam jurnal Aging.

Hasil dari percobaan 1 fase menilai keamanan berpuasa dua hari sebelum dan satu hari setelah kemoterapi pada pasien dengan kanker payudara, kanker saluran kemih dan kanker ovarium, yang dilakukan di USC, telah diajukan untuk presentasi di pertemuan tahunan American Society of Cancer Oncologists pada akhir tahun ini.

“Sebuah cara untuk mengalahkan sel kanker, tidak harus mencoba untuk menemukan obat yang membunuh mereka secara khusus, tapi membingungkan mereka dengan menghasilkan lingkungan yang ekstrim, seperti berpuasa yang hanya dapat direspon secara cepat oleh sel-sel normal,” kata Longo

 

Sumber: www.klikdokter.com

Tags :
Konfirmasi Donasi