Berapa Persen Zakat Perdagangan? Ini Penjelasannya

oleh | Mei 7, 2026 | Zakat

Zakat perdagangan atau zakat perniagaan adalah zakat yang dikenakan pada harta hasil usaha atau aktivitas bisnis. Dalam Islam, besaran zakat perdagangan adalah 2,5% dari total harta dagangan yang telah mencapai nisab dan haul.

Zakat ini wajib ditunaikan sebagai bentuk penyucian harta sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Baca juga : Kapan Harus Membayar Zakat Tabungan? Ini Penjelasannya!

Dalil Zakat Perdagangan

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” QS. Al-Baqarah: 267

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari barang yang dipersiapkan untuk diperdagangkan.” HR. Abu Dawud

Dalil ini menjadi dasar kewajiban zakat perdagangan dalam Islam.

Berapa Persen Zakat Perdagangan?

Besaran zakat perdagangan adalah: 2,5% dari total harta usaha yang telah mencapai nisab dan haul.

Harta usaha yang dihitung meliputi:

– Nilai barang dagangan

– Uang kas usaha

– Piutang yang memungkinkan ditagih

Kemudian dikurangi:

– Utang jangka pendek

– Kewajiban yang harus dibayar

Nisab Zakat Perdagangan

Nisab zakat perdagangan disamakan dengan nisab emas, yaitu senilai: 85 gram emas

Jika total harta usaha mencapai nilai tersebut dan telah berjalan selama satu tahun (haul), maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.

Sahabat, daripada bingung cara hitungnya klik aja Rumah Zakat.

Siapa yang Wajib Membayar Zakat Perdagangan?

Zakat perdagangan wajib bagi Muslim yang:

– Memiliki usaha halal

– Hartanya mencapai nisab

– Sudah berjalan satu tahun

– Memiliki kepemilikan penuh atas harta usaha

Hikmah Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan bukan hanya kewajiban, tetapi juga membawa keberkahan dalam usaha.

Pertama, membersihkan harta dari hak orang lain. Selain itu, membantu masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya itu, zakat juga menjadi bentuk syukur atas rezeki yang Allah SWT berikan.

Baca juga : Apakah Freelancer Wajib Bayar Zakat Penghasilan? Ini Penjelasannya

Penutup

Zakat perdagangan adalah bukti bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara mencari keuntungan dan berbagi kepada sesama. Harta yang dizakati tidak akan berkurang, justru menjadi lebih berkah dan menenangkan hati.

Karena itu, penting bagi setiap pelaku usaha untuk memahami cara menghitung dan menunaikan zakat perdagangan dengan benar. Selain sebagai kewajiban, zakat juga menjadi jalan untuk membersihkan harta dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga usaha yang dijalankan selalu diberi keberkahan, kelancaran, dan manfaat bagi banyak orang.

Sahabat, yuk tunaikan zakatnya melalui Rumah Zakat.