Perintah Sholat Jumat: Dalil, Makna, dan Ancaman Bagi yang Meninggalkannya

oleh | Nov 21, 2025 | Inspirasi

Sholat Jumat merupakan salah satu ibadah paling istimewa bagi muslim. Dalam sejarah Islam, kewajiban ini sudah ditegaskan sejak masa Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya sebagai ibadah, sholat Jumat juga menjadi momen untuk memperkuat ukhuwah dan menyegarkan spiritualitas setiap muslim.

Kenapa khusus laki-laki? Karena sholat Jumat menuntut hadir di masjid, mendengar khutbah, dan menjalani ritme ibadah yang sedikit berbeda dibanding sholat fardhu lainnya.

Nah, di artikel ini Rumah Zakat akan membahas perintah sholat Jumat, dalilnya, makna, dan juga konsekuensi bagi yang meninggalkannya, sekaligus tips agar selalu konsisten melaksanakannya. Yuk, simak terus!

Dalil Perintah Sholat Jumat

Melaksanakan sholat Jumat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi ada dalil jelas dari Al-Qur’an dan Hadits. Salah satu dalil utama terdapat dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Selain ayat, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa meninggalkan sholat Jumat tanpa uzur, Allah akan menutup hatinya dari cahaya petunjuk.” (HR. Muslim)

Riwayat sejarah juga menunjukkan bahwa sholat Jumat diwajibkan setelah hijrah, sebagai pengganti sholat dhuhur pada hari itu, dengan tuntunan khutbah yang menjadi bagian dari ibadah.

Baca Juga: Dzikir Sebelum Sholat Jumat: Amalan Sederhana untuk Mendekatkan Diri pada Allah

Makna dan Hikmah Sholat Jumat

Dengan hadir sholat jumat berjamaah, setiap muslim mengingat kebesaran Allah SWT dan menegaskan ketaatan kepada-Nya. Momen khutbah juga memberi wawasan agama yang meningkatkan kesadaran spiritual sehari-hari.

Selain itu, sholat Jumat mempererat ukhuwah. Bertemu di masjid, berbagi senyum, dan saling menyapa membuat komunitas muslim lebih solid. Apakah hanya itu? Tentu tidak. Sholat Jumat juga membuka kesempatan meraih pahala besar dan ampunan dosa.

Ancaman dan Konsekuensi Meninggalkan Sholat Jumat

Meninggalkan sholat Jumat tanpa alasan syar’i membawa konsekuensi serius, baik spiritual maupun sosial. Hadits menegaskan ancaman bagi yang sengaja mengabaikannya, hati menjadi keras, dan cahaya petunjuk menipis.

Dampak sosial juga nyata, mereka yang tidak hadir kehilangan momen belajar agama, berbagi informasi, dan memperkuat relasi sesama muslim. Tentu ada pengecualian bagi golongan tertentu: wanita, anak-anak, orang sakit, atau yang sedang dalam perjalanan jauh.

Cara Menjaga Konsistensi Sholat Jumat

Bagaimana agar selalu hadir di sholat Jumat? Kuncinya niat dan kesiapan fisik serta mental. Membiasakan diri datang lebih awal juga membantu menghindari godaan alasan meninggalkan sholat.

Peran keluarga dan masyarakat tidak kalah penting. Dengan saling mengingatkan dan mendukung, setiap anggota bisa menjaga konsistensi ibadah ini. Tips kecil seperti mempersiapkan pakaian dan perlengkapan sejak malam sebelumnya, atau mengatur transportasi lebih awal, ternyata efektif menjaga konsistensi.

Baca Juga: Sholat Jumat di Rumah, Boleh atau Tidak?

Kesimpulan

Jadi, sholat Jumat adalah kewajiban laki-laki muslim baligh yang penuh hikmah, dari mempererat ukhuwah hingga meningkatkan kesadaran spiritual. Dengan memahami dalil, makna, dan konsekuensi meninggalkannya, setiap muslim bisa lebih bijak memprioritaskan ibadah ini.

Nah, untuk memaksimalkan amal dan kebaikan, berbagi kebaikan melalui Rumah Zakat bisa menjadi langkah tambahan, sambil menebar manfaat di lingkungan sekitar.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait