PIZZA RAKYAT SIAP BERMITRA DENGAN RUMAH ZAKAT

JAKARTA. Pras Purworo Member Relationship Officer (MRO) Rumah Zakat, melakukan kunjungan ke pemilik sebuah usaha yang bernama Pizza Rakyat. Pizza merupakan makanan yang biasanya untuk kalangan menengah ke atas, namun oleh Budi Kusworo pemilik bisnis pizza ini menjadikan pizza dapat dirasakan menengah ke bawah. Dengan harga yang murah namun rasa yang bersaing dengan pizza-pizza lain.

Sekitar pukul 16.00 WIB sore pertemuan berlangsung di salah satu outlet di Seskoal, Ciledug, Senin (20/6). Dalam pertemuan ini diharapkan nantinya Budi Kusworo bisa menjadi pemateri dalam acara BMT (Business Motivation Training). Acara ini merupakan salah satu program yang dilakukan Rumah Zakat di wilayah Ciputat.

BMT ini rencananya akan diadakan pada tanggal 2 Juli 2011 yang akan datang. Harapannya dari BMT ini adalah membantu mempercepat kemandirian member. Dari kunjungan ini diharapkan akan adanya kerjasama dalam kemitraan Rumah Zakat dan Pizza Rakyat dan mengisi pelatihan bagi para member ini. Yang menarik ternyata Budi Kusworo telah menjadi Donatur Rumah Zakat sebelum Pizza Rakyat ini berdiri.

“Alhamdulillah rizki saya terus bertambah dengan berzakat,” ucap Budi. Jadi setiap ada mitra yang membeli paket franchisenya, maka akan dipotong zakatnya untuk Rumah Zakat. Ia kini telah memiliki 5 cabang dan 45 mitra se Indonesia. Yang menarik dalam pengelolan Pizza Rakyat, karena pegawai penjualnya rata-rata lulusan SD-SMP dengan pendidikan yang minim Budi memberikan lembar mutabaah  sholat wajib kepada pegawainya.

Kisah Pizza Rakyat

Bagi masyarakat awam, pizza merupakan jajanan unik yang mempunyai cita rasa yang terkadang tidak cocok bagi sebagian orang Indonesia. Selain itu, harga makanan khas orang Italia ini pun kerap kali menjadi hambatan masyarakat untuk mencicipi pizza restoran. Berangkat dari dua alasan itu, Budi Kusworo (28) dibantu sang istrinya, Dewi Supartini (26), merintis usaha produk pizza yang cocok dengan lidah orang Indonesia dan harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan.

“Sehingga saya membuat merek dagang Pizza Rakyat dan dengan slogan cocok Dengan Lidah Orang Indonesia. Rasa pizza kami telah disesuaikan dengan standar rakyat Indonesia dan penggunaan bahan baku dalam negeri, juga harganya terjangkau agar bisa dirasakan semua kalangan,” kata Budi kepada Warta Kota, Jumat (17/6). Usaha Pizza Rakyat ini diwujudkan oleh Sarjana Psikologi itu pada 12 Agustus 2009. Gerai pertama dibuka di Pamulang, Tangerang Selatan, dan outlet kedua di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Alhamdulillah nggak lama buka di Pamulang respons masyarakat lumayan bagus dan saya buka outlet di Cipulir sampai akhirnya saya menawarkan kemitraan pada mereka yang ingin membuka peluang usaha seperti saya,” kata Budi, yang sempat menjadi konselor pada bimbingan belajar bagi anak-anak dan remaja. Dukungan penuh untuk mengembangkan usahanya ini diakui Budi didapat dari sang istri. Bahkan Dewi merelakan mengundurkan diri sebagai karyawan bagian keuangan di SMP Hangtuah II Jakarta Selatan untuk total membantu usaha ini.Langkah mengembalikan kemitraan usahanya itu, saat ini Pizza Rakyat telah memiliki mitra di beberapa daerah, seperti Bekasi, Bogor, Palembang, Medan, Dumai Riau, hingga Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.

Budi mengatakan, Pizza Rakyat menawarkan kemitraan peluang bisnis dalam Industri makanan, terutama di produk pizza karena bisnis ini belum banyak pesaing. Pizza Rakyat yang sekarang sudah berkembang tidak tiba-tiba bisa berkembang begitu saja, ada modal yang bernama yaitu ‘Jangan Menyerah’, karena ia buat percobaan adonan hingga berkali-kali, bahkan penelitian untuk membuat suatu adonan yang pas membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan,” ujar Budi. ***

Newsroom/Praguno Aryanto
Jakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi