POTENSI LUMBUNG PANGAN DAN ENERGI DI SUMATERA SELATAN


Sumatera Selatan sebagai salah satu Provinsi dengan predikat Lumbung Pangan, tidak terlepas dari tersedianya potensi sumber daya lahan yang cukup variatif, mulai dari lahan sawah irigasi, tadah hujan, rawa pasang surut, lebak, serta lahan kering. Selain dari terdapatnya komoditas unggulan seperti jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, juga komoditas sayuran dan buah – buahan.

Dari total produksi padi Sumatera Selatan tahun 2005 sebesar 2.320.110 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 1.466.310 ton beras, kontribusi terbesar diperoleh dari lahan sawah yaitu 2.148.182 ton GKG (92,6%). Dengan jumlah penduduk 6.755.900 jiwa dan konsumsi beras per kapita/tahun sebesar 124 kg ditambah dengan aspek kebutuhan lainnya, maka pada tahun 2005 Sumatera Selatan surplus beras sebanyak 484.088 ton.

Melalui upaya optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya lahan yang tersedia secara keseluruhan melalui peningkatan pelayanan jaringan irigasi dan rawa, penggunaan agroinput, peningkatan kemampuan petani mengakses modal perbankan serta pengembangan penggunaan alat mesin pertanian, maka di masa mendatang Sumatera Selatan akan dapat meningkatkan produksi padi hingga 5 juta ton GKG atau setara 3 juta ton beras. Hal ini sangat tergantung kepada modal petani, investasi serta perbaikan infrastruktur jaringan irigasi dan drainase. Kesemuanya memerlukan dukungan dana yang cukup besar mencapai angka Rp. 3,3 Trilyun. Pertambahan produksi ini akan membuka kesempatan berusaha baru dan menambah pendapatan petani, sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan, memperluas lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Diharapkan melalui program akselarasi pembangunan pertanian dengan ?Program Sumatera Selatan Lumbung Pangan? akan dapat mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran dan peningkatan pendapatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

Potensi Pengembangan Lahan Sawah

Luas lahan sawah yang perlu dikembangkan dan dipertahankan di Sumatera Selatan untuk mendukung Program Sumatera Selatan Lumbung Pangan adalah seluas 752.150 Ha. Lahan seluas 238.974 Ha merupakan lahan yang sementara ini tidak diusahakan dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi sawah baru. Sedangkan pada lahan yang baru satu kali tanam (IP 100) seluas 399.521 Ha, yang dapat dikembangkan menjadi dua kali tanam (IP 200) seluas 155.322 ha dengan dukungan kegiatan :

? Rehabilitasi Sarana Irigasi/Drainase

? Irigasi/Drainase

? Tata Air Mikro (TAM)

? Pengembangan teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti handtractor dll.

? Penggunaan Benih Unggul

? Pemupukan

? Penyuluhan dan Pendampingan.

Lumbung Energi
Sumber Daya Alam khususnya potensi energi primer yang terdapat di wilayah Sumatera Selatan merupakan daya tarik kuat bagi masuknya investor untuk meningkatkan perekonomian daerah. Hal ini didukung oleh letak geografis Provinsi Sumatera Selatan diantara Pulau Jawa dan Singapura/Malaysia yang dalam tinjauan potensi ekonomi sangat strategis. Potensi sumber daya energi Sumatera Selatan berbentuk minyak dan gas bumi, batubara, dan panas bumi yang terdapat secara tersebar dan berlimpah merupakan modal dasar dalam mewujudkan Sumatera Selatan sebagai Lumbung Energi khususnya melalui pembangunan ketenagalistrikan dan penyediaan energi bahan bakar dan industri. Pembangunan ketenagalistrikan di Sumatera Selatan melalui Pembangunan Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mulut tambang dengan bahan bakar batubara nilai kalori rendah yang potensinya berlimpah akan menjawab kelangkaan listrik di Jawa dan Sumatera yang saat ini dalam kondisi kritis selain untuk kebutuhan ekspor ke Malaysia dan pengembangan pemanfaatan BBG untuk industri, komersial dan rumah tangga serta alternatif transportasi yang relatif banyak.

Peluang investasi Sumatera Selatan mempunyai potensi melimpah dengan banyak segmen yang masih belum terkelola, dan saat ini beberapa peluang yang menjadi prioritas utama untuk ditawarkan adalah:
Peluang investasi Sumatera Selatan mempunyai potensi melimpah dengan cadangan yang masih belum dikelola dan menunggu kedatangan para investor untuk mengelolahnya, pada saat ini beberapa peluang investasi yang di prioritaskan untuk ditawarkan adalah :

1. Minyak Bumi, potensi minyak bumi di Sumatera Selatan kini mempunyai cadangan 5.034.082 MSTB dengan produksi ekploitasi pertamina dan mitranya selama 1998-2002 baru rata-rata 3.718.720 barrel perhari.

2. Gas Alam, cadangan gas alam yang ditemukan di kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Musi Rawas dan Ogan Komering Ilir mencapai 7.238 BSCF sedangkan produksi ekploitasi 4 tahun terakhir baru rata-rata 2.247.124 MMSCF. Gas alam ini dapat dijadikan bahan pembangkit tenaga listik, produk plastik dan pupuk.

3. Batubara, cadangan batubara di Sumatera Selatan mencapai 18,13 milyar ton. Lokasi batubara terdapat di kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin dan Musi Rawas. Mutu cadangan batubara pada umumnya berjenis lignit dengan kandungan kalori antara 4800-5400 Kcal/kg. Cadangan batubara tersebut baru dikelola PT Bukit Asam dam dan PT Bukit Kendi di lokasi Kabupaten Muara Enim. Sedangkan cadangan sebanyak 13,07 Milyar Ton belum dikelola sama sekali.

4. Pembangkit Lenaga Listrik, daya tampung saat ini adalah 411,975 KW. Dengan kondisi ini PLN masih defisit lebih kurang 90 Mega Watts. Kebutuhan konsumsi listrik yang setiap tahun meningkat, sehingga diprediksi tahun 2012 defisit PLN di Sumatera Selatan akan mencapai 291,91 Mega Watts.***

(Dari berbagai sumber)

Newsroom/Irvan Nugraha
Palembang

Tags :
Konfirmasi Donasi