Setiap tahun, bulan Dzulhijjah hadir membawa kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Di dalamnya tersimpan hari-hari yang Allah muliakan melebihi hari-hari lain sepanjang tahun, dan salah satu cara terbaik untuk mengisinya adalah dengan berpuasa.
Puasa Dzulhijjah bukan sekadar amalan tambahan biasa. Ini adalah ibadah yang pahalanya digambarkan Rasulullah SAW melampaui hampir semua amal lain, termasuk jihad sekalipun, kecuali yang keluar dengan jiwa dan hartanya.
Nah, di artikel ini Rumah Zakat akan membahas apa itu puasa Dzulhijjah, dalil keutamaannya, jenis-jenisnya, hingga niat dan panduan praktis mengamalkannya.
Apa Itu Puasa Dzulhijjah dan Dasarnya?
Sebelum membahas keutamaannya, penting untuk memahami dulu apa yang dimaksud puasa Dzulhijjah dan dari mana dasarnya berasal, karena ini yang membuat ibadah ini punya landasan yang sangat kuat.
Dalil Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini” — yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. (HR. Bukhari)
Allah SWT juga bersumpah atas hari-hari ini dalam Al-Qur’an:
وَالْفَجْرِ ﴿١﴾ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴿٢﴾
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2)
Para mufasir seperti Ibnu Katsir menafsirkan “malam yang sepuluh” ini sebagai sepuluh hari pertama Dzulhijjah, hari-hari yang sangat istimewa di sisi Allah.
Jenis Puasa Dzulhijjah yang Dianjurkan
Puasa di bulan Dzulhijjah mencakup beberapa jenis yang berbeda tingkat keutamaannya:
- Puasa 1–7 Dzulhijjah: puasa sunnah biasa di awal bulan, masuk dalam kategori amal saleh di hari-hari terbaik.
- Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): sehari sebelum Arafah, dianjurkan untuk dikerjakan bersamaan dengan puasa Arafah.
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): puasa paling utama dari semua puasa Dzulhijjah, dengan keutamaan penghapusan dosa dua tahun.
- 10 Dzulhijjah (Idul Adha): dilarang berpuasa, ini hari raya yang wajib dirayakan
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha
Keutamaan dan Pahala Puasa Dzulhijjah
Memahami besarnya pahala yang dijanjikan adalah cara terbaik untuk memotivasi diri agar tidak melewatkan hari-hari istimewa ini begitu saja.
1. Amal Terbaik Sepanjang Tahun
Hadis yang sudah disebutkan di atas sangat tegas: amal saleh di 10 hari pertama Dzulhijjah, termasuk puasa, lebih dicintai Allah dari amal di hari-hari lain sepanjang tahun.
Lalu para sahabat bertanya: “Bahkan dari jihad di jalan Allah?” Rasulullah SAW menjawab: “Ya, bahkan dari jihad, kecuali seseorang yang keluar membawa jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sama sekali.”
Bayangkan betapa tinggi nilainya, dan betapa mudahnya cara mendapatkan pahala sebesar itu hanya dengan berpuasa beberapa hari di bulan ini.
2. Keutamaan Khusus Puasa Arafah dan Tarwiyah
Puasa Arafah adalah puncak dari semua puasa Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
Dua tahun dosa diampuni dengan satu hari puasa, ini adalah tawaran yang tidak ada bandingannya di hari-hari lain.
Adapun puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), para ulama seperti Imam Nawawi menganjurkannya sebagai pelengkap puasa Arafah, idealnya keduanya dikerjakan berturut-turut di hari ke-8 dan ke-9.
Niat dan Tata Cara Puasa Dzulhijjah
Semua keutamaannya sudah jelas, sekarang tinggal tahu cara mengamalkannya dengan benar agar ibadah ini sah dan diterima.
Lafal Niat dan Panduan Praktis
Niat puasa Dzulhijjah dilakukan dalam hati sebelum fajar, tidak harus diucapkan keras. Berikut contoh lafal niatnya:
Niat puasa Dzulhijjah (1–7):
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Arafah (9 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalankan puasa Dzulhijjah:
- Sahur dianjurkan meski bukan kewajiban untuk puasa sunnah.
- Jangan berpuasa pada 10 Dzulhijjah (Idul Adha), ini hari yang diharamkan untuk puasa.
- Jika tidak mampu semua hari, prioritaskan puasa Arafah, ini yang paling utama.
- Boleh digabung dengan niat puasa sunnah lain seperti Senin-Kamis jika memang jadwalnya bertepatan
Baca Juga: Apa Itu Kurban? Pengertian, Hukum, dan Maknanya dalam Islam
Kesimpulan
Jadi, puasa Dzulhijjah adalah salah satu ibadah sunnah yang nilainya sangat besar tapi caranya sangat mudah, cukup niat dan menahan diri di hari-hari yang Allah muliakan. Jangan sampai hari-hari terbaik dalam setahun ini berlalu tanpa satu pun amal istimewa di dalamnya.
Mulai dari puasa hari pertama Dzulhijjah, lanjutkan dengan Tarwiyah dan Arafah, dan lengkapi ibadah di bulan yang mulia ini dengan berbagi kebaikan melalui Rumah Zakat, karena setiap kebaikan di hari-hari terbaik pahalanya berlipat ganda di sisi Allah SWT.

