Rezeki rumah tangga seret sering kali tidak hanya dipahami sebagai persoalan ekonomi semata. Dalam Islam, kelapangan dan kesempitan rezeki sangat erat kaitannya dengan keberkahan. Oleh karena itu, ketika penghasilan terasa selalu kurang, usaha terasa berat, atau ketenangan hidup perlahan menghilang, ada baiknya setiap keluarga melakukan muhasabah bersama.
Islam mengajarkan bahwa rezeki telah dijamin oleh Allah SWT. Namun demikian, jaminan tersebut tetap disertai sebab dan adab yang harus dijaga. Salah satunya adalah menjauhi dosa-dosa yang dapat menghalangi turunnya keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.
Baca juga : Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Bolehkah Minta Cerai Menurut Islam?
Rezeki dalam Pandangan Islam
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa rezeki setiap makhluk telah Dia tetapkan. Meski begitu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa ketaatan dan ketakwaan menjadi pintu utama dilapangkannya rezeki. Sebaliknya, kemaksiatan dan kezaliman dapat menjadi sebab terhalangnya keberkahan, meskipun secara lahiriah penghasilan terlihat cukup.
Karena itu, ketika rezeki rumah tangga seret terasa berlarut-larut, Islam tidak hanya menganjurkan kerja keras, tetapi juga perbaikan iman, akhlak, dan hubungan sosial.
Dosa yang Sering Menghambat Keberkahan Rezeki
Salah satu dosa yang kerap tidak disadari adalah meninggalkan kewajiban kepada Allah, seperti shalat yang dilalaikan atau ibadah yang dikerjakan tanpa kesungguhan. Padahal, shalat merupakan penopang utama kehidupan seorang Muslim. Ketika hubungan dengan Allah melemah, keberkahan pun perlahan berkurang.
Selain itu, sikap durhaka kepada orang tua juga menjadi sebab terhambatnya rezeki. Ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua. Oleh sebab itu, perkataan kasar, sikap membangkang, atau mengabaikan mereka dapat membawa dampak besar dalam kehidupan rumah tangga.
Tidak kalah penting, ketidakjujuran dalam mencari nafkah juga menjadi penghalang keberkahan. Harta yang diperoleh dari cara yang tidak halal, meski tampak banyak, sering kali tidak membawa ketenangan. Akibatnya, rezeki terasa cepat habis dan tidak memberi rasa cukup.
Di sisi lain, menahan hak orang lain, seperti menunda pembayaran utang atau enggan menunaikan zakat, juga termasuk dosa yang sering disepelekan. Padahal, zakat dan sedekah justru menjadi pembersih harta sekaligus pembuka pintu rezeki yang lebih luas.
Sikap boros dan tidak amanah dalam mengelola keuangan keluarga pun patut diwaspadai. Ketika pengeluaran tidak terkontrol dan amanah diabaikan, rezeki yang ada menjadi sulit dirasakan manfaatnya.
Lebih dari itu, konflik rumah tangga yang dibiarkan berlarut-larut, disertai ucapan saling menyakiti, dapat menghilangkan ketenangan. Padahal, ketenangan adalah salah satu bentuk rezeki yang paling berharga dalam Islam.
Terakhir, kurangnya rasa syukur sering kali membuat rezeki terasa sempit. Nikmat kecil yang tidak dihargai dapat membuat seseorang lupa bahwa banyak karunia Allah telah hadir dalam hidupnya.
Cara Memperbaiki Keadaan Rumah Tangga
Sebagai langkah awal, memperbaiki niat dan kembali mendekatkan diri kepada Allah menjadi kunci utama. Selain itu, menjaga ibadah wajib, memperbanyak istighfar, serta membiasakan doa bersama dalam keluarga dapat menghadirkan ketenangan batin.
Di samping itu, memperbaiki hubungan dengan sesama, terutama orang tua dan pasangan, akan membantu menghadirkan suasana rumah yang lebih harmonis. Ketika hati tenang dan hubungan membaik, rezeki pun lebih mudah dirasakan manfaatnya.
Tak kalah penting, membiasakan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu cara nyata membuka pintu keberkahan. Harta yang dibersihkan dengan berbagi tidak akan berkurang, justru Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat.
Baca juga : Rahasia Rumah Tangga Harmonis, Amalan Agar Pasangan Selalu Setia
Saatnya Membuka Pintu Rezeki dengan Berbagi
Pada akhirnya, rezeki rumah tangga seret bukan hanya soal jumlah penghasilan, tetapi tentang keberkahan di dalamnya. Ramadhan dan hari-hari biasa sama-sama menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan menebar manfaat.
Melalui Rumah Zakat, Sahabat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan tepat sasaran. Kebaikan yang dibagikan tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi ikhtiar spiritual untuk menghadirkan keberkahan dalam rumah tangga.
Karena sejatinya, ketika kita membantu meringankan beban orang lain, Allah akan memudahkan jalan rezeki kita dengan cara yang sering tak terduga.


