[:ID]RUMAH ZAKAT BANGUN MADRASAH DI KAMBOJA, HASIL PENGGALLANGAN DANA DI SHARINGHAPPINESS[:en]RUMAH ZAKAT BUILT SCHOOL IN CAMBODIA[:]

[:ID]DISTRIC MEMOT- KAMBOJA.(20/01) Rumah Zakat menyalurkan Donasi dari Masyarakat Indonesia hasil penggalangan dana di
@sharinghappinessorg untuk pembangunan Madrasah di Kamboja.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 450KM dari Phnom Pehn, Tim Rumah Zakat tiba di Desa Danprobey Distric Memot Kamboja. Rumah Zakat memberikan Bantuan Tahap kedua untuk bantuan pembangunan Madrasah di Desa tersebut.

Dalam bantuan pertama bantuan telah direalisasikan untuk pembuatan tembok setinggi 3 m dan pemasangan pintu dan
jendela. Bantuan kedua ini akan dipergunakan untuk pemasangan atap dan juga perataan lantai.

“Warga sangat senang menyambut kedatangan kami, begitupun anak-anak yang sudah sangat tidak sabar agar madrasah pertama di Desa Mereka segera selesai dan bisa dipergunakan untuk sekolah” Ujar Yasin Ilyas, Tim Rumah Zakat

Yasin menambahkan selama ini sebagian anak sekolah di sekolah umum yang jaraknya sangat jauh, dan sebagian anak terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi dan juga jarak yang kurang mendukung untuk pergi bersekolah di sekolah umum.

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:en]DISTRIC MEMOT-CAMBODIA. (20/01) Rumah Zakat channel donations from Indonesian people as a result of fundraising in @sharinghappinessorg for the construction of Madrasas in Cambodia.

After traveling around 450KM from Phnom Pehn, Rumah Zakat Team arrived in the Danprobey Distric Memot Village of Cambodia. Rumah Zakat provides the second phase of assistance for Madrasah development assistance in the village.

In the first aid assistance has been realized for the manufacture of 3 m high walls and door and window installation. This second aid will be used for roofing and floor leveling.

“Residents are very happy to welcome us, as are children who have been very impatient so that the first madrasa in their village will be completed soon and can be used for school,” said Yasin Ilyas, Team of Rumah Zakat.

Yasin added that so far some children go to public schools that are very far away, and some children were forced to drop out of school because of economic conditions and also the distance between those who were less supportive to go to public schools.

 

Newsroom

Lailatul Istikhomah

 [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia