SEBUAH MAKNA KESABARAN

Oleh R. Zainik Abidin Syah
Rumah Zakat-Pekanbaru

Pengorbanan dan kesabaran sepatutnya diterapkan dalam jiwa kita agar kita berhasil dalam mengarungi segala ujian dan cobaan dalam kehidupan dunia ini dan dalam kita melaksanakan segala perintah Allah. Lihat saja bagaimana ibadah puasa yang meminta kita menunjukkan kesungguhan, ketabahan, kesabaran dan keikhlasan. Sifat mulia ini sudah sewajarnya kita tunjukkan dalam semua jenis amal perbuatan kita. Ingatlah bahwa ganjaran dan balasan yang sebenarnya bukan datang dari makhluk dan manusia lain. Ganjaran dan balasan sebenarnya adalah dari Allah semata.
 
Apakah sifat murni yang dapat kita tanamkan dalam melakukan pengorbanan? Untuk menjawab persoalan ini, marilah kita renungkan akan pengorbanan besar nabi Ibrahim serta puteranya, Ismail,  yang diabadikan Allah di dalam surah As-Saffat: 102-109. Lihatlah nilai yang tertanam di dalam jiwa Nabi Ibrahim dan Ismail:

Pertama, keduanya memiliki keteguhan iman dan berkeyakinan penuh akan ketetapan Allah dan tidak beranjak sedikit pun dalam menjalankan perintah-Nya.

Kedua, nilai kesabaran. Nabi Ibrahim dan Ismail amat sabar dalam mengharungi cobaan dihadapi serta tabah dalam menunaikan tanggung jawab. Sanggup berkorban inilah nilai dikehendaki setiap Muslim dalam membangunkan diri untuk menuju ke arah masyarakat cemerlang. Nilai ini amat penting dan perlu disemai dalam diri kita, keluarga serta masyarakat.

Marilah kita lihat akan kepentingan nilai pengorbanan ini supaya kita sama-sama menghayatinya dalam kehidupan seharian. Nilai iman dan keyakinan penuh akan ketetapan Allah bermaksud ridha akan ketetapan dan takdir Allah. Kita sebagai seorang yang beriman perlu percaya akan semua ketetapan ditetapkan Allah. Seorang hamba mestilah sentiasa menerima akan bahagian rezeki yang Allah kurniakan.

Kesabaran inilah nilai yang dipancarkan oleh Nabi Ismail apabila ketika ditanya oleh Ibrahim akan perintah Allah untuk menjadikan beliau sebagai korban. Lantas Nabi Ismail menjawab: Wahai ayah! Jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati aku dari orang yang sabar. (As Saffat: 102) . Inilah sebenarnya kekuatan yang ada pada seorang yang beriman di mana dengan kekuatan iman pada Allah dan prinsip yang teguh dalam dirinya, dia akan menjadi seorang yang mampu untuk berkorban atas dasar mendapat keridhaan Allah.
 
Seorang ayah dengan penuh keimanan akan berkorban sedaya upaya berusaha dalam mencari nafkah bagi keluarganya dan membangunkan mereka dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa apa saja usaha dilakukan adalah untuk mendapat keridhaan Allah dan dengan usahanya keluarga yang dibangunkan menjadi sebuah keluarga Islam yang bisa menjadi penunjang di masyarakat. Begitu juga seorang ibu pastinya dengan keimanan yang teguh akan mendidik anak-anaknya dengan prinsip agama dan sentiasa berdoa kepada Allah agar menjadikan anak-anak itu orang berguna untuk agama, masyarakat dan negara.

Inilah pengorbanan yang sering kita lakukan, pengorbanan ini akan lebih bermakna apabila tersemat di dalam hati bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah. Pengorbanan yang kita lakukan dalam kehidupan ini hendaklah kita tempuh segala cobaannya dengan kesabaran. Kita mengorbankan waktu, tenaga, harta benda dan akal pikiran, semua itu memerlukan kesabaran, dengan pengorbanan inilah hasil kita akan mendapatkan berbagai kenikmatan dari Allah SWT.

Tags :
Konfirmasi Donasi