[:ID]SEDEKAH TANPA RIYA[:en]GIVING ALMS WITHOUT SHOWING OFF[:]

[:ID]Sebaik-baiknya sedekah adalah dengan cara sembunyi -tidak diketahui- oleh orang lain. Hingga tangan kiri tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanan. Hal ini dilakukan untuk menghindari diri dari sifat ujub -riya’-. Hanya berharap ganjaran dari Allah SWT.

Ujub -riya’- dapat menghancurkan amalan. Bahkan Allah mencampakkan seseorang ke neraka yang selama hidupnya banyak bersedekah. Karena dia beramal ingin dilihat orang dan disebut sebagai dermawan.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, diceritakan bahwa dahulu ada seseorang yang berniat akan sedekah. Tanpa diketahui oleh seorangpun.

Saat malam hari, dia meletakkan sedekahnya. Ternyata si penerima adalah pencuri. Ketika datang waktu pagi, orang-orang pun mencibir. ” Siapakah kiranya yang bersedekah kepada seorang pencuri “.

Mendengar hal tersebut, ia pun berniat untuk bersedekah lagi. Malam tiba, ia meletakkan sedekahnya. Kali kedua, si penerima adalah wanita pezina. Pagi harinya, kembali orang-orang mencibir. “Bagaimanakah orang bersedekah namun kepada pezina”.

Mengetahui hal itu, ia berniat akan sedekah lagi. Ketika waktu malam datang, ia meletakkan sedekahnya. Pun kali ini yang menerima adalah orang kaya. Esok harinya, orang-orang kembali mencibir. “Orang kaya diberi sedekah”.

Sungguh ia menjadi sedih karena merasa bersedekah terhadap orang yang kurang tepat. Dalam mimpi, ia didatangi oleh malaikat. Kemudian dikatakan kepadanya :
” Adapun sedekah yang engkau berikan kepada pencuri, barangkali dengan sedekah itu ia menjaga diri dari mencuri”.

“Adapun sedekah yang engkau berikan kepada wanita pezina, barangkali dengan sedekah itu dia menjaga diri untuk berzina”.

“Adapun sedekah yang engkau berikan kepada orang kaya, barangkali dia mengambil pelajaran. Kemudia dia berinfaq dari apa-apa yang Allah berikan kepadanya”.

Bersedekah kepada siapa saja diperbolehkan. Bisa jadi dengan sedekah yang diberikan sebagai jalan kebaikan untuk si penerima. Namun, lebih diutamakan memberi sedekah kepada sesama muslim. Terlebih lagi yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Maka baginya dua pahala. Yaitu, pahala menyambung karib kerabat dan pahala karena sedekah. Waallahu a’lam.

Sumber : islampos.com[:en]The best of alms is the hidden one-unknown by others. Until the left hand does not know what is given by the right hand. This is done to avoid the self nature of showing off-. Just expect the reward from Allah SWT.

Showing off can destroy the practice. Even God dumped a person to hell that during his life was full of charity but he does charity wants to be seen by people and want to be called generous.

In the hadith narrated by Imam Bukhari, it is told that once there was someone who intends to give alms, unknown to anyone.

At night, he puts his alms. It turns out the recipient is a thief. When it came in the morning, people sneer. “Who would give alms to a thief?”

Hearing this, he also intends to give charity again. Night arrives, he puts alms. The second time, the recipient is an adulterous woman. In the morning, people sneer back.

“How do people give charity but to adulterers?”.

Knowing that, he intended to give alms again. When the night comes, he lays down the alms. Even this time the recipient is a rich man. The next day, people sneer again. “The rich are given alms”.

Really he became sad because he felt charitable to people who are less precise. In a dream, he is visited by an angel. Then the angel was said to him:

“As for the alms you give to the thief, perhaps with alms he keeps himself from stealing”.

“As for the alms that you give to the adulteress woman, perhaps with alms she keeps herself for fornication”.

“As for the alms you give to the rich, he may take a lesson. Then he took advantage of what God gave him “.

Source : islampos.com[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia