SEKOLAH KREATIF RUMAH ZAKAT BENTUK 20 PENGUSAHA MUDA DI DESA

BANDUNG. Sebanyak 20 pemuda dari berbagai daerah mengikuti program Sekolah Kreatif Rumah Zakat kolaborasi dengan Creator School. Setelah menempuh pembinaan dan pelatihan tentang kewirausahaan, mereka melakukan presentasi final produk-produk hasil ide masing-masing peserta secara kelompok di kantor Rumah Zakat Jalan Turangga No 33, Kota Bandung.

Sekolah Kreatif Rumah Zakat adalah program pengembangan sumber daya manusia di desa yang dibantu Creator School untuk menghasilkan para pengusaha. Melalui progam ini, Rumah Zakat dan Creator School memberikan pembinaan berupa pelatihan dan praktek kewirausahaan hingga menjadi produk jadi untuk dijual.

“Dengan mengembangkan potensi dari desa menjadi sebuah bisnis akan mengembangkan desa itu sendiri, terutama membentuk karakter para entrepreneur di desa bahwa mereka mampu untuk sukses dalam bisnis. Saya percaya Indonesia besar bukan karena kemajuan kota, tapi karena kemajuan desanya. Bersama Rumah Zakat, saya merintis program ini (Sekolah Kreatif) mengembangkan para entrepreneur desa,” ungkap Yuswohady principal dari Creator School.

20 pemuda yang belajar selama 3 bulan mendapat pembinaan di Sekolah Kreatif Rumah Zakat. Mereka berasal dari wilayah yang berbeda yaitu Banjaran (Bandung), Buah Batu (Bandung), Subang, Garut dan Pangandaran. Kamis (01/02/2018), para peserta mempresentasikan produk inovasi masing-masing. Kebanyakan dari mereka membuat produk kuliner yang menjadi ciri khas masing-masing daerah dengan keunikan produk yang diciptakan.

Produk yang dipresentasikan diantaranya YoKrim (olahan es krim dan youghurt), Manggobang (olahan minuman dari buah mangga nanas), Teh Kasingsat, Renbo Sugar dan Saung Pepes. Produk-produk tersebut dinilai oleh para juri dengan kriteria penilai berupa desain kemasan, inovasi produk, keuangan bisnis dan pemasaran.

Juri yang menilai presentasi produk dari para pemuda yang dibina dalam Sekolah Kreatif yaitu Herri Hermawan Chief Operational Officer Rumah Zakat, Yuswohady penulis buku middle class muslim sekaligus principal Creator School, Ahmad Faisal ketua komunitas TDA Jawa barat 1 dan Eggy Anwari seorang desainer grafis.

Chief Operational Officer Rumah Zakat mengapresiasi atas presentasi-presentasi produk dari para pemuda binaan Sekolah Kreatif. “ Selama ini, Rumah Zakat membantu masyarakat secara langsung dalam bentuk modal usaha dan pemberian perlengkapan usaha kepada masyarakat. Program Sekolah Kreatif sangat bagus sekali dan ini menjadi pilot project untuk membangun entrepreneur muda di desa. Pemaparan presentasi produk anak-anak sudah bagus, bila dibina lebih lama maka mereka akan menjadi bibit pengusaha muda yang mampu mengembangkan desa mereka masing-masing,” ungkap Herry.

 

Newsroom/ Yadi
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi