SISWA JUARA AJAK HENTIKAN KEKERASAN PADA ANAK

SEMARANG. 21 siswa kelas IV SD Juara Semarang melakukan aksi simpatik di perempatan depan Polda Jateng, Jumat (1/6). Aksi ini digelar dalam rangka peringatan Hari Anak Internasional dengan tujuan untuk mengajak masyarakat dan para orangtua untuk lebih peduli kepada anak dan meninggalkan cara-cara kekerasan dalam mendidik anak.

Aksi siswa tersebut sangat menarik untuk dikaji. Kenapa? Karena aksi ini merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bab terakhir yang membahas tentang perkembangan budaya negatif di Indonesia dan berbagai upaya mengatasi dampak negatifnya. Aksi kali ini menunjukkan bahwa aksi simpatik atau demonstrasi ternyata bisa menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran. Siswa tidak hanya menghafal sebuah teori tentang budaya tetapi mempraktekkan langsung suatu bentuk upaya mengatasi dampak negatif dari sebuah budaya.

Dengan begitu kemungkinan besar pengalaman tersebut akan kuat melekat di long term memory siswa yang sangat dibutuhkan di kehidupan mereka mendatang. Aksi yang berjalan hanya sejam tersebut diisi dengan berbagai performance siswa; orasi oleh Presiden Osis M. Zayyan Abdillah yang menjadi event organizer aksi, pembacaan puisi keprihatinan, aksi teatrikal yang menggambarkan kekerasan orangtua terhadap anak, dan pembagian bunga dan brosur surat cinta untuk orangtua yang berisi seruan dan ajakan untuk lebih sayang anak dan menghentikan tindak kekerasan.

Seluruh perlengkapan aksi dan berbagai performance disiapkan di tatap muka PKn di pekan sebelumnya. Berbagai media meliput aksi tersebut, diantaranya; Kompas, Radar Semarang, Harian Semarang, wawasan, Detik, TA TV, TVB, Semarang-TV, Berita satu, dan Idola FM.***

Newsroom/Joko Kristiyanto
Semarang

Tags :
Konfirmasi Donasi