[:ID]TANDA TERLALU BANYAK KONSUMSI GULA[:]

[:ID]Yang manis belum tentu menyehatkan. Makanan manis selalu menarik untuk dikonsumsi, namun ternyata tidak memiliki banyak nutrisi untuk tubuh. Bahkan bisa merugikan tubuh. Hampir setiap makanan yang dikonsumsi setiap hari mengandung gula.

Adakah Kandungan Gula dalam Produk “Tanpa Gula” atau “Sugar Free”?
Sering ditemukan produk yang mengklaim bebas gula, mengandung sedikit gula, dan tidak ditambah gula. Apakah bedanya?

  • Bebas Gula/ Sugar Free
    Makanan mengandung gula kurang dari 0,5 gram gula per sajian
  • Mengandung Gula merah atau Sedikit Gula
    Makanan mengandung gula setidaknya 25% lebih rendah dari ukuran gula standart
  • Tanpa Gula atau Tanpa Gula Tambahan
    Makanan tidak mengandung gula atau tidak menambahkan bahan yang mengandung gula selama proses pembuatan.

Berikut beberapa tanda terlalu banyak konsumsi gula:

Peningkatan Berat Badan

Salah satu penyebab utama peningkatan berat badan adalah minuman yang ditambahkan pemanis atau minuman manis seperti soda, jus dan teh manis kemasan. Mengkonsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk mengkonsumsi gula lebih banyak lagi. Menurut penelitian, konsumsi fruktosa yang berlebihan dapat menyebabkan terganggunya hormon yang mengatur rasa lapar dan memberitahu tubuh untuk berhenti makan. Minuman manis tidak mengurangi rasa lapar, sehingga membuat seseorang mudah untuk mengkonsumsi minuman manis.

Munculnya Jerawat

Makanan manis menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak dan peradangan, dimana ketiganya berperan dalam timbulnya jerawat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mengkonsumsi gula tambahan memiliki resiko 30% lebih besar terkena jerawat.

Mood Swing

Para peneliti menyampaikan bahwa perubahan kadar gula darah, perubahan saraf dan timbulnya peradangan dapat menjadi dampak buruk konsumsi gula pada kesehatan mental. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengkonsumsi 67 gram atau lebih per hari memiliki resiko 23% lebih besar untuk mengalami depresi daripada pria yang konsumsi gula kurang dari 40 gram per hari. Penelitian lain pada wanita menunjukkan bahwa yang mengkonsumsi gula tambahan tinggi memiliki resiko depresi lebih besar.

Timbul Kerutan

Kerutan adalah tanda alami penuaan. Kerutan akan muncul sesuai dengan waktunya, terlepas dari adanya masalah kesehatan. Namun, pilihan makanan yang buruk dapat memperburuk kerutan dan mempercepat proses penuaan kulit. Reaksi antara gula dan protein dalam tubuh membentuk senyawa AGEs yang memiliki peran dalam penuaan kulit. Mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula menyebabkan produksi AGEs. AGEs dapat merusak kolagen dan elastin, yang merupakan senyawa protein untuk membantu kulit tetap elastis. Ketika kolagen dan elastin rusak maka akan menyebabkan kulit kehilangan kekencangan. Dalam sebuah penelitian, wanita yang mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat termasuk gula tambahan, memiliki penampilan lebih keriput.

Peningkatan Energi

Makanan tinggi gula dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin yang menyebabkan peningkatan energi. Namun peningkatan energi ini akan cepat hilang seiring dengan penurunan kadar gula darah. Menghindari penurunan energi secara drastis dapat dilakukan dengan memilih sumber karbohidrat yang rendah gula dan kaya serat.

Terjadi Gangguan Gigi

Konsumsi gula yang berlebih dapat menyebabkan gangguan pada gigi. Bakteri dalam mulut mendapatkan nutrisi dari gula dan menghasilkan asam yang menyebabkan pengeroposan pada gigi.

sumber: vivahealth.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia