TEKNIK MENGAMBIL KEPUTUSAN

Salam Perubahan

Salah satu ketrampilan penting yang harus dimiliki oleh seorang project manager adalah mengambil keputusan. Akan tetapi, banyak diantara kita, tidak terampil terhadap hal itu, sehingga gelisah, bingung dan ragu, yang akhirnya membawa pada keadaan tertekan dan pusing berkepanjangan.

Anda harus ingat, sudah menjadi kewajiban seorang project manager, ketika akan mengambil keputusan penting, mencari masukan sebanyak-banyaknya dari team member, key stateholder atau expert dibidang permasalahannya. Setelah itu, lakukan “musyawarah bathin” dengan Sang Penguasa Alam, renungkan, endapkan dalam kalbu, lalu ambil keputusan. Jika ada sesuatu, yang menurut anda paling tepat, majulah dan jangan ragu-ragu lagi. Ketika keputusan telah diambil, bulatkan tekad, percaya dan mantapkan hati, agar hidup yang penuh keragu-raguan dan kebimbangan segara pupus.

Hilangkan keraguan dalam menghadapi masalah. Jika ada masalah atau resiko yang menghadang, harus dihadapi dengan pemahaman yang tepat dan tekad yang bulat. Karena, keberanian dan kepemimpian seorang project manager, terlihat saat pengambilan keputusan. Sikap ragu-ragu adalah ketidak beresan dalam melihat sebuah permasalahan, semangat yang loyo, tekat yang tak bulat, kegigihan yang tak tertata dan perjalanan yang terhambat. Ragu-ragu adalah penyakit yang tiada obatnya selain dengan kebulatan tekad, langkah nyata dan keteguhan hati.

Banyak contoh, dimana keputusan kecil dan masalah sepele, maju-mundur tak pernah selesai, selama bertahun-tahun. Dapat diterka, faktor orang-lah yang harus dibenahi. Mereka ragu dan tidak punya keteguhan hati untuk mengambil keputusan, mungkin sebab faktor internal atau eksternal. Mereka memberi jalan kepada kegagalan untuk menyatu dengan jiwa mereka, dan ternyata berhasil.

Sampai kapankah kita harus goyah? Sampai kapan kita berjalan di tempat? Dan sampai kapan kita terus ragu untuk mengambil keputusan? Jika engkau punya pendapat, maka kuatkanlah tekad. Pendapat itu akan hancur ketika engkau ragu.

Mengagalkan rencana ditengah jalan adalah kebiasaan sang pecundang. Mereka mempertanyakan rencana yang telah disepakati dan mengkritisi langkah yang akan diambil. Ketika menjadi eksekutor, dia selalu berkata “soalnya”, “seandainya”, “bisa begini kalau begitu”. Dampaknya adalah, mereka hidup diatas pengandaian, di atas langkah maju-mundur dan keragu-raguan. Selalu mengikuti arah angin, sekali-sekali mereka bersama kita dan bukan tidak mungkin mereka “menyeberang” ke kubu orang lain. Mereka tidak jujur, menghindari kita dimasa susah dan akan datang lagi ketika keadaan mulai membaik.

Berhati-hatilah dengan para pecundang. Tegarlah dalam mengambil sikap dan keputusan. Jangan sampai Sang Pecundang itu adalah Anda !!!

Sukses!

Rifta, Yogya

Tags :
Konfirmasi Donasi