[:ID]TIGA ALASAN MIE INSTAN TIDAK SEHAT DIKONSUMSI[:en]THREE REASONS INSTANT NOODLES ARE NOT HEALTHY TO BE CONSUMED[:]

[:ID]Mayoritas penduduk dunia menganggap mi instan sebagai makanan pokok, seperti nasi yang sangat disukai di negara-negara Asia. Menyiapkan mi instan hanya butuh waktu singkat. Inilah yang memudahkan siswa, orang tua, dan pekerja penuh waktu dapat membuat sesuatu yang tidak memerlukan banyak usaha.

Namun, mi instan tidak bisa dikategorikan sebagai makanan sehat. Meskipun ada mitos umum seperti menambahkan sayuran ke dalam secangkir mie instan untuk meningkatkan nilai gizi, masalah yang dapat ditimbulkannya adalah sesuatu yang tidak dapat diatasi dengan makanan mentah.

Dilansir dari Medical Daily, berikut tiga alasan mengapa mi instan termasuk makanan yang tidak sehat.

1. Sulit dicerna

Mi instan dapat menekan sistem pencernaan karena makanan ini perlu waktu berjam-jam untuk dicerna. Karena itulah mi instan dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin jika dikonsumsi terlalu cepat. Mi instan mendorong pencernaan menjadi lambat.

Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan paparan berlebih dari butiran hidroksanisol dan t-butil hidrokuinon. Dua bahan kimia tersebut biasa digunakan dalam produk untuk memperpanjang umur simpan. Keduanya dapat menyebabkan kecemasan, asma, dan diare.

2. Risiko penyakit jantung

Dalam penelitian oleh Journal of Nutrition, terungkap bahwa orang yang mengonsumsi mi instan dalam jumlah yang tidak moderat memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik. Serangkaian gejala termasuk mengalami tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL yang rendah, dan peluang lebih tinggi penyakit jantung, diabetes, dan strok.

3. Mengandung banyak garam

Mi instan mengandung banyak garam yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan American Journal of Hypertension pada 2014 mengungkap efek konsumsi garam.

Konsumsi makanan yang kaya garam diakui sebagai salah satu faktor utama dalam tingkat kematian yang tinggi dalam 23 studi kasus terakhir. Natrium

sumber: republika.co.id[:en]The majority of the world’s population considers instant noodles to be the main food, like rice which is very popular in Asian countries. Preparing instant noodles only takes a short time. This is what makes it easy for students, parents and full-time workers to make something that doesn’t require a lot of effort.

However, instant noodles cannot be categorized as healthy food. Although there are common myths like adding vegetables to a cup of instant noodles can increase nutritional value, the problem that can be caused is something that cannot be overcome with raw food.

Medical Daily reported three reasons why instant noodles are unhealthy foods.

  1. Difficult to digest.

Instant noodles suppress the digestive system because these foods take hours to digest. That’s why instant noodles can interfere with blood sugar levels and insulin release if consumed too fast. Instant noodles encourage digestion to slow down.

In the long run, this can cause overexposure of the hydroxyanisole granules and t-butyl hydroquinone. These two chemicals are commonly used in products to extend the expiration date and preserve food. Both can cause anxiety, asthma, and diarrhea.

2. Heart disease risk

In a study by the Journal of Nutrition, it was revealed that people who consume instant noodles, not in moderation, have a higher risk of developing metabolic syndrome. A series of symptoms include experiencing high blood pressure, low HDL cholesterol levels, and a higher chance of heart disease, diabetes, and stroke.

3. Contains a lot of salt

Instant noodles contain a lot of salt which can affect one’s overall health. In a study published by the American Journal of Hypertension in 2014, revealed the effects of salt consumption. Consumption of salt-rich foods was recognized as one of the main factors in the high mortality rate in the last 23 case studies. Natrium

Source: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia