[:ID]TONGGAK PERADABAN ISLAM ADALAH TAHAJUD [:]

[:ID]Dunia sempat tersentak, tercengang, dan terkagum-kagum ketika imperium raksasa dunia, Persia dan Romawi tumbang oleh kekuatan umat Islam yang baru muncul. Raja Persia mengirim utusan untuk meminta bantuan pada Kaisar Cina. Dengan keheranan, Kaisar Cina bertanya, ”Apa gerangan kekuatan istimewa tentara Islam?” Utusan Persia menjawab, ”Malam bagaikan pendeta dan siang laksana singa Tuhan.” (Versi Persia).

Malam mereka menjalin hubungan mesra dengan Allah SWT. Siang mereka sebagai pejuang yang gagah berani. Sejarah mencatat bahwa kebangkitan umat Islam tidak saja diperjuangkan dengan keringat dan darah, tetapi juga dengan linangan air mata, tahajud. Inilah yang Allah janjikan dalam QS Al-Isra: 79. Sungguh terbukti bahwa maqaman mahmudan ‘kedudukan terpuji’ diraih umat Islam.

Dua pertiga bumi dikuasai. Azan menjadi nada musikal terindah selama tujuh abad lamanya. Inilah kedahsyatan qiyamul lail. Betapa banyak kelompok yang sedikit, tetapi berkualitas (mukminin) mengalahkan kelompok yang banyak, tetapi sekadar kuantitas (kafirun, munafiqun, fasiqun, musyrikun, zhalimun) dengan izin Allah (QS Al-Baqarah: 249).

Perhatikanlah kata izin Allah. Alam semesta ini dalam iradat dan kodrat-Nya (QS Yasin: 82). Mengadulah pada-Nya pada waktu yang Ia minta untuk mengadu padanya di tengah malam. Rintihan batin dan tangisan sukma benar-benar didengar dan diperkenankan oleh-Nya. Penikmat tahajud hanyalah hamba pilihan.

Tidak semua Muslim terpanggil melakukannya. Buktinya, semua kita bisa bangun malam, tetapi belum tentu mau shalat malam. (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar: 9).

Rasulullah SAW bersabda, ”Raihlah kemuliaan dengan bangun shalat malam saat manusia lelap tidur.” Sungguh semua para Rasul, para nabi, para wali, dan ulama pilihan adalah penggemar, bahkan penikmat tahajud. Inilah hidangan hidayah terlezat bagi hamba-hamba Allah.

Sesungguhnya, bangun di tengah malam lebih tepat untuk menjadi khusyuk. Bacaan kala itu sungguh amat berkesan. Thiban nafs, kata Nabi, jiwanya hidup bercahaya. Semakin jelaslah bahwa tahajud adalah ibadah bagi pemburu keridaan-Nya. Karena itu, raihlah kemuliaan malam dan kenikmatan hidup pada-Nya. Untaian tasbih, gerak tubuh, tetesan air mata ‘kan menjadi kebanggaan Allah di hadapan para malaikat-Nya.

sumber: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia