Zakat fitrah untuk siapa saja sering menjadi pertanyaan setiap menjelang akhir bulan Ramadhan. Banyak umat Islam yang rutin menunaikan zakat fitrah, tetapi belum sepenuhnya memahami siapa saja yang berhak menerimanya sesuai syariat.
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat ini dikeluarkan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Selain itu, zakat fitrah juga bertujuan membantu mereka yang membutuhkan agar dapat merayakan hari raya dengan layak.
Lalu, zakat fitrah untuk siapa saja sebenarnya diperuntukkan?
Baca juga : Cara Menghitung Zakat Fitrah Per Orang dan Satu Keluarga
Golongan yang Berhak Menerima Zakat
Dalam ajaran Islam, penerima zakat telah dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah At-Taubah ayat 60. Secara umum, ada delapan golongan yang berhak menerima zakat, yang dikenal sebagai asnaf.
Pertama adalah fakir, yaitu orang yang hampir tidak memiliki harta dan penghasilan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kedua adalah miskin, yaitu mereka yang memiliki penghasilan, tetapi belum mencukupi kebutuhan dasar.
Ketiga adalah amil zakat, yakni petugas yang mengelola dan mendistribusikan zakat. Keempat adalah mualaf, yaitu orang yang baru masuk Islam atau yang diharapkan hatinya condong kepada Islam.
Kelima adalah riqab, yaitu budak yang ingin memerdekakan dirinya. Keenam adalah gharimin, yakni orang yang terlilit utang untuk kebutuhan yang dibenarkan syariat dan tidak mampu melunasinya.
Ketujuh adalah fi sabilillah, yaitu orang yang berjuang di jalan Allah. Kedelapan adalah ibnu sabil, yaitu musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan.
Apakah Semua Golongan Menerima Zakat Fitrah?
Meskipun ada delapan golongan penerima zakat, para ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah lebih diutamakan untuk fakir dan miskin. Tujuan utamanya adalah mencukupi kebutuhan mereka pada hari raya Idulfitri.
Dengan demikian, zakat fitrah untuk siapa saja yang paling utama? Jawabannya adalah fakir dan miskin. Hal ini karena zakat fitrah memiliki fungsi sosial yang sangat kuat, yaitu memastikan tidak ada umat Islam yang kelaparan atau kesulitan di hari kemenangan.
Namun demikian, dalam kondisi tertentu, zakat fitrah juga bisa disalurkan melalui amil untuk kemudian didistribusikan kepada yang berhak.
Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah?
Selain memahami zakat fitrah untuk siapa saja penerimanya, penting juga mengetahui siapa yang wajib membayarnya. Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama memiliki kelebihan makanan untuk malam dan hari raya.
Kepala keluarga bertanggung jawab membayarkan zakat fitrah untuk dirinya dan anggota keluarganya yang menjadi tanggungannya. Besaran zakat fitrah umumnya setara dengan 2,5 hingga 3 kilogram bahan makanan pokok seperti beras, atau dapat diganti dengan uang sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing daerah.
Waktu Membayar Zakat Fitrah
Zakat fitrah sebaiknya dibayarkan sebelum salat Idulfitri. Waktu yang paling utama adalah sejak terbenamnya matahari pada malam Id hingga sebelum pelaksanaan salat Id.
Jika dibayarkan setelah salat Id tanpa alasan yang dibenarkan, maka hukumnya tetap sah sebagai sedekah, tetapi tidak lagi bernilai sebagai zakat fitrah yang sempurna.
Karena itu, penting untuk tidak menunda pembayaran agar zakat dapat segera disalurkan kepada yang membutuhkan.
Hikmah Zakat Fitrah
Zakat fitrah memiliki banyak hikmah. Pertama, sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan yang tidak baik selama Ramadhan. Kedua, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama Muslim.
Dengan membayar zakat fitrah, kita ikut memastikan bahwa saudara-saudara yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan Idulfitri seharusnya dirasakan oleh seluruh umat, bukan hanya sebagian.
Selain itu, zakat fitrah juga menumbuhkan rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.
Baca juga : Bolehkah Zakat Fitrah Dibayar Online? Ini Hukum dan Penjelasan Ulama
Kesimpulan
Zakat fitrah untuk siapa saja telah dijelaskan dalam syariat Islam melalui delapan golongan penerima zakat. Namun, zakat fitrah lebih diutamakan untuk fakir dan miskin agar kebutuhan mereka tercukupi saat Idulfitri.
Sebagai Muslim, memahami aturan zakat fitrah sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan. Jangan hanya rutin membayar, tetapi juga pahami makna dan tujuannya.
Semoga dengan menunaikan zakat fitrah secara benar, ibadah Ramadhan kita semakin sempurna dan membawa keberkahan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Sahabat, yuk tunaikan zakat fitrah bersama Rumah Zakat.


