30 PASANGAN IKUTI NIKAH MASSAL

SURABAYA. Suara Akenan (89) terdengar parau dan bergetar saat mengucap akad nikah di hadapan penghulu. Dua kali kalimat nikah diulang karena Akenan salah mengucap.

”Pak, sampeyan jangan ndredeg, ayo diulang sekali lagi. Jangan salah lagi, ya,” kata penghulu.

Setelah dipandu staf penghulu, akad nikah itupun berlangsung lancar. Akenan sah menjadi suami Sarmiati (37). Usai akad nikah rupanya Akenan masih gugup. Saat ditemui dia mengaku plong. \\\”Akhirnya sah juga setelah bertahun-tahun saya menikah dengan bapak secara siri tahun 1990-an,\\\” kata Sarmiati.

Keduanya menikah siri karena terbentur biaya. \\\”\\\’Kalau untuk orang yang punya uang mungkin nggak masalah, tapi buat kami masalah. Dulu kami menikah siri di Krian,\\\” kata Sarmiati.

Pasangan beda generasi ini adalah satu diantara 30 pasangan yang dinikahkan massal oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Rumah Zakat di Masjid Muhammad Cheng Hoo, Rabu (12/05). Rajin Abdul Aziz, Head Regional Rumah Zakat Jawa Timur mengatakan acara nikah massal ini sengaja diadakan dalam rangkaian ulang tahun PGN. \\\”Kita juga memberi edukasi ke masyarakat tentang pentingnya menikah resmi karena dengan menikah resmi, status pernikahannya akan dilindungi negara dan agama,\\\” katanya.

Para pasangan nikah massal ini mendapat mahar dan berbagai bingkisan hadiah pernikahan mereka. Tidak hanya itu, pasangan yang telah resmi menikah ini diarak menggunakan kereta kelinci dari Masjid Cheng Hoo di Jl. Gading melewati kantor PGN di Jl. Pemuda.***

sumber: http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=c8ca1255b0e50bdc172f3a1abe44a662201076440)

Tags :
Konfirmasi Donasi