[:ID]AMIR PENGEMBALA KAMBING CILIK DARI CIREBON[:en]AMIR, THE LITTLE HERDSMAN FROM CIREBON [:]

[:ID]AMIR PENGEMBALA KAMBING CILIK DARI CIREBONCIREBON. Pada umumnya, masa kecil adalah masa yang digunakan anak-anak untuk bermain dengan teman-temannya. Namun tidak untuk Muhammad Amir Natarianto. Amir sapaan akrabnya, merupakan anak Juara binaan Rumah Zakat. Selain sekolah, setiap hari ia mengembalakan kambing milik saudagar di wilayah Plered Cirebon, Jawa Barat.

Panas dan hujan tidak menyurutkan langkah Amir untuk menggapai cita-cita yang diinginkannya. Saat ini Muhammad Amir Natarianto duduk di bangku kelas 6 di SD Negeri Tegal Sari.

“Setiap hari sehabis pulang sekolah, saya selalu mengembalakan kambing milik pak haji Saprudin. Setiap saya mengembalakan, saya dikasih jajan oleh pak haji sebesar Rp. 30.000, Alhamdulillah uang tersebut saya tabung untuk membeli kambing yang nantinya akan saya gembalakan sendiri” Ucap Amir yang lahir dari pasangan Bpk Manaf dan Ibu Jubaedah (Almh).

Aktivitas mengembalakan kambing tidak menjadikan Amir lupa akan pendidikannya. Ia tetap giat belajar dan tidak pernah bolos sekolah. “Bagi saya, saekolah dan belajar tetap menjadi nomor satu.” Tambah Amir.

Amir pun mendapatkan pujian dari tetangganya dan tentu sangat membanggakan bagi orangtuanya, karena ketekunan dan keuletan Amir dalam bekerja demi mencapai cita-cita yang diimpikanya.

Ketekunan, kegigihan dan keuletan Amir patut kita acungi jempol, karena tidak semua anak seusianya bisa seperti Amir. Disaat anak lain bermain dengan sepuasnya, Amir harus berjuang kerja keras untuk membantu keluarganya dengan mengembalakan kambing.

Newsroom/ Dian Ekawati

Cirebon

 [:en]AMIR PENGEMBALA KAMBING CILIK DARI CIREBONCIREBON. In general, childhood is a time in which children use to play with their friends. But not for Muhammad Amir Natarianto, Amir He familiary called is Rumah Zakat foster child ‘Anak Juara’. Besides attending to the school, every day he Shepherded goats owned by a merchant in Plered Cirebon, West Java.
Heat and rain did not dampen Amir’s move to reach the goals he wanted. Currently Muhammad Amir Natarianto is 6th grade in SD Negeri Tegal Sari.
“Every day after school, I always shepherded the goat belong to Pak haji Saprudin Every time I Shepherded, I was given fee of Rp 30,000, Alhamdulillah i save the money to buy a goat that I will pasture by myself” Said Amir who was born From the couple of Mr. Manaf and Mrs. Jubaedah (Almh).
The activity of shepherding goat does not make Amir forget his education. He remains active studying and never skipping school. “For me, school and study is number one.” Amir Added.
Amir also gets praise from his neighbors and of course his parent is very proud of him, because of diligence and perseverance of Amir in working to achieve his dreams.
His persistence and tenacity should be praised, because not all children in his age can be like Amir. While other children play with all their hearts, Amir has to work hard to help his family by shepherding the goats.

Newsroom/ Dian Ekawati

Cirebon[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia