APAKAH MINUS DAPAT DISEMBUHKAN?

mata-minusOleh: dr. Hilmi S. Rathomi, MKM

Mata minus dalam istilah yang lebih baku kita kenal dengan rabun jauh, atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah miopia. Istilah ini digunakan untuk kelainan penglihatan dimana penderitanya tidak bisa melihat dengan jelas objek yang letaknya jauh, karena bayangan dari objek tersebut tidak berada tepat di retina, yang merupakan organ sensor penangkal rangsangan cahaya. Pada penderita miopia, bayangan objek yang dilihat terletak di depan retina.

Miopia sering disebut sebagai mata minus karena terapinya seringkali menggunakan lensa cekung yang bersifat negatif (minus). Penggunaan lensa minus ditujukan agar bayangan objek yang dilihat penderita lebih mundur dan bisa tepat berada di retina, sehingga terlihat dengan jelas.

Penyebab pasti miopia sebetulnya belum jelas, karena diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor keturunan, adanya penyakit tertentu, kekurangan zat gizi tertentu, bahkan pola aktivitas sehari-hari diduga turut berperan dalam timbulnya keluhan miopia. Dari semua penyebab tersebut, secara umum terdapat 3 mekanisme yang menyebabkan bayangan objek berada di depan retina yang menyebabkan rabun jauh. Pertama, kondisi bola mata terlalu panjang. Kedua, pembiasan oleh mata yang berlebihan akibat lapisan selaput mata (kornea) atau lensa mata yang terlalu cembung. Ketiga, kondisi cairan mata yang lebih pekat sehingga lebih kuat dalam membiaskan cahaya.

Untuk mengobati miopia, hingga saat ini baru didapatkan 2 metode yang bisa dilakukan. Yakni metode optik dengan menggunakan bantuan lensa tambahan, serta metode operasi. Metode optik sebetulnya bukan mengobati kelainan bola mata pada penderita miopia, namun bertujuan agar bayangan yang dilihat terletak tepat pada retina mata. Cara ini bisa dilakukan dengan 2 alat bantu, yakni lensa cekung –yang dikenal dengan kacamata minus-, dan menggunakan lensa kontak. Cara kerja kedua alat tersebut mirip, yakni mengurangi pembiasan cahaya oleh mata agar bayangan objek mundur dan ditangkap dengan baik oleh retina.

Metode yang kedua, yakni operasi, juga terdiri dari beberapa jenis. Namun, prinsip yang dianut intinya adalah mengurangi kecembungan lapisan mata agar daya biasnya berkurang. Pembiasan yang terlalu besar oleh lapisan-lapisan mata akan mengakibatkan bayangan difokuskan lebih depan daripada yang seharusnya. Dengan pengurangan kecembungan diharapkan bayangan dari objek yang dilihat sedikit mundur dan tepat berada di retina mata.

Kegunaan mangonsumsi nutrisi tertentu bagi penderita miopia sangat bergantung dari jenis kelainan yang terjadi. Apabila miopia disebabkan oleh penyakit tertentu seperti diabetes yang mengakibatkan cairan mata lebih keruh, atau kekurangan vitamin dan kalsium yang mempengaruhi kerja otot mata, maka zat gizi tertentu bisa saja berpengaruh. Pengendalian konsumsi gula atau karbohidrat serta memperbanyak makan sayur dan buah yang tinggi mikronutrien, diharapkan bisa membantu penyembuhan. Namun, apabila miopia yang terjadi murni diakibatkan kelainan organ, terapi yang bisa dilakukan adalah cara optik dan operasi seperti yang saya sebutkan di atas.

Tags :
Konfirmasi Donasi