APAKAH PENDERITA DIABETES BOLEH MAKAN BUAH?

Oleh: dr. Hilmi Sulaiman, MKM

Pada penyandang diabetes mellitus (DM), atau yang biasa disebut sebagai diabetisi, terdapat 4 metode utama yang dikenal sebagai pilar penanganan DM. Keempat pilar tersebut adalah edukasi tentang diabetes, perencanaan makanan, latihan fisik/jasmani, dan obat-obatan. Dengan demikian, menentukan dan merencanakan pola makan yang baik dan sehat merupakan salah satu hal paling penting bagi pada diabetisi agar dapat hidup sehat bersama diabetes.

Pada dasarnya, pengelolaan dan perencanaan makanan bagi diabetesi tidak jauh berbeda dengan aturan umum, yakni perencanaan makanan dengan gizi seimbang. Untuk memudahkan mengingat dan meningkatkan kepatuhan bagi para penyandang diabetes, biasanya pengaturan pola makan ini dikenal dengan istilah 3 J, yakni mengatur Jumlah, Jenis, dan Jadwal. Sayangnya, yang seringkali diperhatikan oleh para diabetisi adalah hanya pada aspek jenis makanan, seputar makanan apa yang boleh atau tidak boleh dimakan. Padahal, dengan mengelola jumlah dan jadwal makan secara lebih baik, kualitas hidup para diabetisi bisa lebih baik karena tidak stres memikirkan larangan makan yang bermacam-macam.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada cukup banyak dokter dan ahli gizi yang menyarankan untuk mengurangi konsumsi buah-buahan dengan alasan seperti banyaknya fruktosa dalam buah yang dikhawatirkan dapat meningkatkan kadar gula darah penyandang diabetes. Padahal di sisi lain, konsumsi buah-buahan, seperti halnya konsumsi sayuran, sangat bermanfaat bagi tubuh termasuk bagi penyandang diabetes. Selain kandungan vitamin dan mineral yang membantu proses metabolisme dan berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh, buah-buahan mengandung serat yang memperbaiki proses pencernaan dan menunda datangnya rasa lapar. Dengan kondisi tersebut, wajar jika kemudian timbul kebingungan bagi pasien apakah akan mengurangi konsumsi buah-buahan atau justru memperbanyak.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Denmark pada pertengahan tahun 2013 lalu, perbedaan pandangan ini sebetulnya sudah menemukan titik terang. Dalam penelitian tersebut, akhirnya disimpulkan bahwa pembatasan konsumsi buah pada penderita diabetes tidak diperlukan dan tidak dianjurkan. Sebab, pada penelitian tersebut tidak didapatkan perbedaan bermakna antara pasien yang dibatasi konsumsi buah-buahannya, dengan pasien yang diminta untuk banyak mengkonsumsi buah-buahan. Bahkan, pada pasien yang mengkonsumsi buah-buahan dalam jumlah cukup banyak, didapatkan kadar HbA1c (salah satu indikator gula darah) yang lebih rendah, serta penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang signifikan. Di sisi lain, penelitian-penelitian lain yang memberikan bukti adanya manfaat dari pengurangan konsumsi buah pada diabetesi tidak terlalu banyak.

Dengan merujuk pada penelitian di atas serta mempertimbangkan banyaknya manfaat dari konsumsi buah-buahan bagi tubuh maka tidak apa-apa pasien diabetes tetap mengonsumsi buah-buahan. Sebab, pada penyandang diabetes kita perlu memperhatikan adanya hal lain diluar persoalan gula darah, yakni komplikasi terhadap penyakit lain, terutama yang berhubungan dengan sistem peredaran darah (kardiovaskuler) dan juga metabolisme. Dan konsumsi buah dalam jumlah yang tinggi terbukti dapat mencegah terjadinya hipertensi dan kanker, bukan hanya pada penyandang diabetes.

Tags :
Konfirmasi Donasi