BAHAGIANYA WARGA KETIKA TERIMA BANTUAN MODAL USAHA DARI RUMAH ZAKAT

(Foto: Rumah Zakat)

SUMEDANG, RUMAH ZAKAT – Dampak Covid-19 tak hanya dirasakan oleh masyarakat daerah perkotaan, namun dampaknya juga amat terasa hingga kepelosok desa. Tidak terkecuali para pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan hidupnya dari berdagang. Pemberlakuan PSBB, Social Distancing dan semua protokol kesehatan dalam rangka pencegahan wabah Covid-19 membuat roda ekonomi terhenti hingga tidak jarang membuat pelaku UMKM terpaksa gulung tikar.

Sebut saja Omih (56), sebelum adanya Covid-19 biasanya sejak pagi beliau sudah berjualan kue surabi dan sayuran yang mana dari hasil penjualannya bisa memenuhi kebutuhan keluarganya hingga mampu menyekolahkan anak-anaknya ke pesantren, namun semua itu kini hanya tinggal kenangan.

“Ibi teh tos tilu sasih teu tiasa icalan da dina icalanage teuaya nu meser sieun ku corona, sedengken ekonomi ibi ngan tidinya2 na da tegaduh sawah atw kebon. Nya ayena liren dagangteh nya seep di anggo tuang, nya ayena bade icalan deui teh teaya modal (Saya sudah tiga bulan tidak bisa jualan, kalaupun jualan tidak ada yang beli karena takut corona. Sedangkan ekonomi saya hanya dari situ karena tidak punya sawah atau kebun. Sekarang berhenti dagang karena uangnya habis dipakai makan. Sekarang mau jualan lagi tidak ada modal),” ucap Omih.

“Tapi Syukur Alhamdulillah haturnuhun ka para donatur ti Rumah Zakat kana bantosana katampi pisan mugia iyeu cing janten kaberkahan ka kulawarga ibi , oge muga2 gusti Allah maparinan ganjaran anu langkung seeurkapara donatur sadayana (Tapi syukur alhamdulillah terimakasih kepada para donatur dari Rumah Zakat untuk bantuannya. Mudah-mudahan menjadi keberkahan kepada keluarga saya, juga semoga Allah memberikan ganjaran yang lebih kepada para donatur),” pungkasnya.

Selain Omih, pada Jum’at (12/6) Relawan Rumah Zakatpun berkesempatan memberikan kabar gembira kepada Reni Rohaeni (41).  Selama ini, beliau dan suami berjualan siomay di kota Jakarta namun semenjak pandemi ini mereka pulang kampung dan mencoba membuka warung siomay kecil-kecilan di depan rumahnya.

” Sudah tiga bulan a tidak ada pemasukan, bantuan dari pemerintah juga gak dapet-dapet alasannya tidak ada di data DTKS sedangkan kebutuhan sehari2 terus jalan,” ucap Reni.

“Alhamdulillah tak disangka sekarang saya mendapat bantuan modal dari Rumah Zakat semoga bantuan ini bisa membangkitkan ekonomi keluarga kami, semoga Allah membalas kebaikan para donatur Rumah Zakat,” ucapnya.

Newsroom

Hadi Yusup/Amri Rusdiana

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia