BANTUAN KEMANUSIAAN UNTUK MUSLIM ROHINGYA

MYANMAR. Sebagian besar dari satu juta Muslim Rohingya yang tinggal di Myanmar tinggal di negara bagian Rakhine Utara. Mereka mengalami penganiayaan berat sebagai minoritas, negara pun menolak mengakuinya sebagai etnis asli yang sah.

Kini mereka hidup tanpa status warga negara dan kehilangan hak-hak dasar sebagai manusia.

Tiga sumber PBB menyebutkan bahwa sekitar 27.400 Muslim Rohingya telah menyebrang ke Bangladesh dari Myanmar sejak Jumat lalu (01/09).

International Organization for Migration mengatakan, saat mereka melarikan diri ke Bangladesh, ratusan orang Rohingya terdampar di tanah tak bertuan di perbatasan negara-negara tersebut (sumber: Republika).

Sejak 31 Agustus 2017, tim program kemanusiaan Rumah Zakat telah berada di Myanmar untuk membantu warga Muslim Rohingya yang berada di desa-desa di pedalaman Sittwe. Warga desa memiliki akses dan sumber daya yang terbatas karena dilarang untuk meninggalkan desanya oleh otoritas di sana.

Infrastruktur seperti bangunan rumah, air bersih, dan drainase pun dalam kondisi yang buruk.

Untuk membantu warga di desa-desa ini, Rumah Zakat menginisiasi beragam program, seperti distribusi hewan qurban, distribusi kornet dan rendang Superqurban, inisiasi pembangunan Sekolah Darurat dan penyediaan sarana pendidikan untuk anak-anak Muslim Rohingya.

“Karena mereka tidak bisa keluar dari desa serta tidak diakui kewarganegaraannya, maka anak-anak pun tak memiliki akses untuk mendapatkan pendidikan formal. Karenanya, Rumah Zakat bersama Human Concern International (HCI) menginisiasi Sekolah Darurat di sini,” jelas Andri Murdianto, Koordinator Aksi Kemanusiaan Rumah Zakat di Myanmar.

Newroom /Ria Arianti
Myanmar

Tags :
Konfirmasi Donasi