[:ID]BANTUAN WIRAUSAHA UNTUK ORANGTUA SISWA SEKOLAH JUARA[:en]ENTREPRENEUR ASSISTANCE FOR PARENTS OF SD JUARA’S STUDENTS[:]

[:ID]JAKARTA (12/10), salah satu program pemberdayaan yang dilaksanakan di Desa Berdaya Cakung, Jakarta Timur ialah pengembangan usaha dan bantuan ekonomi warga. Sebanyak 35 orang penerima manfaat mendapatkan bantuan modal dan sarana usaha dari Rumah Zakat. Sejak Februari 2017, beragam usaha mulai dijalankan oleh warga Cakung yang mendapatkan bantuan usaha tersebut. Sebagian besar membuka usaha makanan. Sebagian yang lain mulai menyediakan layanan jasa seperti menjahit juga membuat kerajinan tangan.

“Di wilayah Jakarta ini masalah kemiskinan adalah salah satu hal yang menjadi permasalahan warga. Melalui bantuan ekonomi ini, kami ingin membantu warga agar bisa mandiri dan memiliki usaha sendiri,” ujar Jajam Sutrisman, Fasilitator Desa Berdaya Cakung.

Sebagian besar penerima manfaat bantuan ekonomi di wilayah Cakung, Jakarta Timur adalah orangtua dari siswa SD Juara. Hal ini merupakan sinergi yang dilakukan antara Kepala SD Juara dengan Jajam.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan kerja sama yang kami lakukan untuk memberikan bantuan kepada orang
tua siswa SD Juara. Agar selain anaknya terbantu melalui program Senyum Juara di SD Juara Jakarta ini, kami berharap
orang tua mereka juga bisa diringankan bebannya,” kata Ahmad Kosasi, Kepala SD Juara Jakarta Timur.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Nova Daniar Sumalatan. Sehari-hari, ia dan istrinya Fitria Sari berjualan
bakpau. Bakpau tersebut dibuat sendiri oleh Fitria. Di salah satu ruang kontrakan milik ibunya, Fitria mulai membuat adonan, membentuk, serta mengukus bakpau tersebut.

Sebelumnya, Nova mengambil bakpau dari orang lain. Namun, karena jarak yang cukup jauh, akhirnya Nova memutuskan untuk memproduksi sendiri bakpaunya. Setelah melakukan beberapa kali eksperimen, akhirnya, bakpau yang dibuat cukup bisa diterima oleh pelanggan. Selain dititipkan di warung-warung, tak jarang Nova dan Fitria mendapat pesanan bakpau untuk arisan, acara syukuran, dan acara lainnya.

“Ya awalnya sempat dapat protes dari pemilik warung yang dititipi bakpau dari kita. Ada yang bilang keras, kurang ini, kurang itu, dan sebagainya. Tapi setelah mencoba lagi, akhirnya orang-orang pada suka,” papar Nova.

Nova menambahkan, usahanya semakin berkembang setelah mendapatkan bantuan mesin adonan dari Rumah Zakat. Dengan mesin tersebut, proses produksi bisa semakin cepat dan mudah. Jumlah produksi harian pun bisa meningkat.

Selain oleh dirinya sendiri, Fitria juga dibantu oleh dua orang tetangganya. Bagi pasangan suami istri ini, memberikan
pekerjaan kepada orang lain menjadi salah satu cita-citanya.

“Ya Alhamdulillah, sekarang kita juga suka ada yang bantuin. Kita terbantu karena proses produksi menjadi lebih cepat, mereka juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” kata Fitria.

Newsroom/ Sri Agustina
Jakarta[:en]JAKARTA (12/10), one of the empowerment programs implemented in Cakung Empowered Village, East Jakarta is business development and economic assistance for residents. A total of 35 beneficiaries received capital assistance and business facilities of Rumah Zakat. Since February 2017, various businesses began to be run by Cakung residents who get the business assistance. Mostly they open a food business, some others start providing services such as sewing also make handicrafts.

“In Jakarta, the problem of poverty is one of the things that become the problem of citizens. Through economic assistance, we want to help people to be independent and have their own business, “said Jajam Sutrisman, Facilitator of Cakung empowered village.

Most of the beneficiaries of economic aid in Cakung, East Jakarta are parents of Juara school’s students. This is a synergy between the Head of SD Juara and Jajam.

“This is one of the forms of commitment and cooperation that we undertake to provide assistance to the parents. So that not only the children are helped through Senyum Juara Program at SD Juara Jakarta, we hope their parents can also be helped, “said Ahmad Kosasi, Principal of SD Juara East Jakarta.

One of the beneficiaries of this program is Nova Daniar Sumalatan. Everyday, he and his wife Fitria Sari sell bakpau. The bakpau is made by Fitria herself. In one of her mother’s rented rooms, Fitria started making dough, shaping, and steaming the bakpau.

Previously, Nova took the bakpau from others. However, because the distance is far enough, Nova finally decided to produce her own bakpau. After doing some experiments, finally, the bakpau is created quite acceptable to the customer. Besides entrusting her product in stalls around, not infrequently Nova and Fitria get an order bakpau for arisan, party, and other events.

“Yes initially, the stall owner complaint about the bakpau, they said it is lack of taste but after trying again, finally people like it” said Nova.

Nova added, his business is growing after getting assistance of dough machine from Rumah Zakat. With these machines, the production process can be faster and easier. The amount of daily production can increase. In addition to herself, Fitria is also assisted by two neighbors. For this couple, providing work to others become one of their ideals.

“Alhamdulillah, now our neighbors help us. We are helped because the production process becomes faster, they can also earn additional income, “said Fitria.

Newsroom / Sri Agustina

Jakarta[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia