[:ID]BELUM ADA MASJID, WARGA SHOLAT BERJAMAAH DI TENDA DARURAT[:en] NO MOSQUE, PAMENANG RESIDENTS PRAY IN THE TENT[:]

[:ID]LOMBOK. (20/09) Di Desa Persiapan Menggala Kec. Pamenang Kab. Lombok Utara panggilan Adzan tetap terdengar walaupun masjid sudah tak terlihat lagi wujudnya. Warga desa Menggala masih tetap saja datang untuk melaksanakan shalat di tenda darurat yang difungsikan sebagai masjid sementara.

Setiap waktu shalat, mereka pasti selalu menyempatkan untuk pergi ke
tenda ini, jadi masjid sementara tak pernah terlihat sepi. Begitupun dengan Hj. Khusnul Hotimah, ia senantiasa menyempatkan shalat lima waktu di sana.

Bagi Husnul, beribadah di masjid merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ia selalu meminta pertolongan kepada Allah atas semua yang terjadi padanya. Ia percaya bahwa Allah Maha mendengar doa-doanya.

Kehidupan pasca gempa baginya terasa sangat berat. Ia harus menafkahi ketujuh orang anaknya tanpa ada satu orangpun yang membantunya. Suaminya meninggal dunia sekitar tujuh tahun yang lalu. Saat ini ia belum berani untuk bekerja lagi.

Selain beribadah shalat di awal waktu, ia pun sering melaksanakan ibadah sunnah lainnya. “Insyaallah saya tak pernah tertinggal untuk melaksanakan shalat duha dan shalat tahajud setiap harinya,” ujarnya

Tak hanya itu bibirnya senantiasa dibasahi dengan dzikir kepada Allah. Bertasbih memuji-Nya. Ia tak pernah berhenti untuk melantunkan shalawat. Bahkan ia selalu mendawamkan wudhunya.

Keadaan masjid sementara ini tak pernah benar-benar sepi. Selain Bu Husnul ada juga Bapak Jamhari, salah seorang warga desa Menggala yang senantiasa menyempatkan adzan dan menjadi imam shalat. Selepas ashar, ia juga mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak.

“Meskipun dalam kondisi tempat ibadah yang terbatas, saya tak mau melihat anak-anak hanya main keluyuran. Selain itu, mudah-mudahan masjid darurat segera dibangun, sehingga kami bisa melaksanakan ibadah dengan khusyu.” ujarnya.

Berdasarkan rencana, Masjid Darurat akan dibangun di desa ini setelah semua bagunan shelter atau hunian sementara bagi para pengungsi selesai dibangun.

Newsroom

Eti / Lailatul Istikhomah[:en]LOMBOK. (20/09) In Pamenang Menggala Preparing Pamenang District North Lombok Regency, the call to Adzan is still heard even though the mosque is no longer visible. Menggala villagers still come to pray in emergency tents which functioned as temporary mosques. Every time they pray, they always take the time to go to this tent, so the temporary mosque never looks lonely. Likewise with Hj. Khusnul Hotimah, she always took the five daily prayers there.

For Husnul, worshiping in a mosque is one way to get closer to Him. He always asks God for help for all that happened to her. She believes that God is hearing the prayers.

Life after the earthquake felt very heavy for her. She must provide for her seven children without anyone helping her. Her husband passed away about seven years ago. Currently she has not dared to work anymore.

In addition to praying at the beginning of time, she often held other sunnah worship. “Insya Allah, I was never left behind to perform Duha prayers and midnight prayers every day,” he said

Not only that his lips are always moistened with dhikr to Allah. Honor praise him. She never stopped to sing prayers. Even she always scavenges her wudhunya.

The condition of this temporary mosque has never really been quiet. Besides Mrs. Husnul there is also Mr. Jamhari, one of the residents of Menggala village who always takes the call to prayer and becomes a prayer priest. After Ashar, he also teach Quran to children.

“Although in conditions of limited places of worship, I do not want to see children just playing around. In addition, hopefully the emergency mosque will soon be built, so that we can carry out worship solemnly, “he said.

Based on the plan, an Emergency Mosque will be built in this village after all temporary shelters for the refugees have been completed.

Newsroom

Eti / Lailatul Istikhomah

 [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia