BERDAYAKAN WARGA SOKOSARI MELALUI UJI COBA MEMBUAT BROWNIESEMPOWERING THE CITIZENS OF SOKOSARI THROUGH BROWNIES

RZ LDKO CilegonKARANGANYAR. Program pemberdayaan masyarakat yang dikelola RZ bersama Relawan Inspirasi kembali menemukan peluang usaha untuk memberdayakan warga binaan. Kali ini giliran warga Sokosari yang mendapatkan program pemberdayaan berupa pelatihan uji coba pembuatan kue brownies. Pelatihan ini dilaksanakan khusus untuk ibu-ibu binaan yang telah menjadi menjadi member RZ, Sabtu (26/07) lalu.

Relawan Inspirasi yang diwakili oleh Hasun dalam melaksanakan uji coba membuat kue brownies ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan warga binaan dalam menyerap teori pembuatan kue brownies yang telah disampaikan sebelumnya. Sutini salah seorang warga binaan RZ mengungkapkan. “Saya kira membuat brownis itu sulit, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan, sangat mudah dan menyenangkan. Semoga pelatihan ini membuat saya untuk bisa menjadi pengusaha brownies nantinya”.

Kesempatan tersebut tentunya tidak disia-siakan oleh warga desa Sokosari untuk berdiskusi tentang pembuatan kue brownies. “Pelatihan ini dilaksanakan agar ibu–ibu desa Sokosari yang telah menjadi member binaan RZ dapat memiliki skill dalam pembuatan kue sehingga mereka bisa membuka usaha penjualan kue,” pungkas Hasun dengan penuh harap.***

Newsroom/Diki Taufik
Karanganyar

RZ LDKO CilegonKARANGANYAR. RZ and Inspiration Volunteer re-implemented social empowering program in its ICD areas. One of the target areas was Sokosari where RZ and Inspiration Volunteer held brownies-making training for the housewives, Saturday (26/7).

The first step of the program was the deliverance of the brownies-making theoretical and the trials of brownies-making. According to Hasun, an Inspiration Volunteer member, the trials was implemented to ensure the capability of the participants. Sutini, a participant, said “I used to think that it was hard. Actually it isn’t hard as I thought, it’s easy and fun. I hope that I can be a brownies maker and seller next”.

Hasun claimed that the training was implemented to encourage housewives to run a business. “It is implemented to train them in order to be skilful housewives and encourage them to have a business,” he said.***

Newsroom/Diki Taufik
Karanganyar
PELATIHAN MEMBUAT BROWNIES

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia