Aceh Tamiang, 18 Agustus 2026 – Rumah Zakat menyelenggarakan hari pertama Bimbingan Teknis Pembentukan Desa Tangguh Bencana (BIMTEK DESTANA) di Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Selasa (18/8/2026).
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh 30 peserta. Mereka berasal dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta perwakilan masyarakat Desa Alur Manis.
Melalui BIMTEK DESTANA, Rumah Zakat mendorong masyarakat agar semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas warga dalam mengenali, mengurangi, serta menghadapi risiko bencana secara mandiri dan terorganisasi.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan peserta. Selanjutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tujuan serta alur kegiatan selama empat hari.
Peserta juga memperoleh pengantar tentang konsep Desa Tangguh Bencana. Materi tersebut mencakup pemahaman dasar mengenai ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko bencana di lingkungan desa.
Kemudian, peserta mengikuti diskusi secara partisipatif. Mereka diajak mengenali kondisi wilayah dan berbagi pengalaman mengenai bencana yang pernah terjadi di Desa Alur Manis.

Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah banjir. Karena itu, pengalaman masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Masyarakat merupakan pihak yang pertama kali menghadapi dampak bencana. Dengan demikian, kesiapan warga menjadi salah satu kunci dalam mengurangi risiko.
Membangun Desa yang Lebih Siap Menghadapi Bencana
BIMTEK DESTANA tidak hanya berfokus pada penyampaian materi. Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dan memperkuat koordinasi antarpihak.
Selain itu, peserta didorong untuk menyusun langkah nyata dalam pengurangan risiko bencana. Harapannya, Desa Alur Manis memiliki kelembagaan serta rencana aksi yang dapat digunakan ketika menghadapi situasi darurat.
Rumah Zakat berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan Desa Alur Manis sebagai desa yang siap, mandiri, dan tangguh menghadapi bencana.
Pada hari berikutnya, peserta akan mengikuti pembelajaran dan praktik yang lebih mendalam. Materinya meliputi pengkajian risiko bencana, pemetaan ancaman dan sumber daya desa, sistem peringatan dini, penyusunan rencana aksi, serta penguatan kelembagaan penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

Apresiasi dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Alur Manis, Fakhrizal, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan BIMTEK DESTANA di wilayahnya.
“Terima kasih kepada Rumah Zakat yang sudah menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan BIMTEK DESTANA untuk warga kami di Desa Alur Manis,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, Rumah Zakat terus berkomitmen mendampingi masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas. Dengan pengetahuan, koordinasi, dan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu mengurangi risiko serta menghadapi bencana dengan lebih sigap.
Bagi Rumah Zakat, desa yang tangguh bukan hanya desa yang mampu bertahan saat bencana terjadi. Namun, desa yang mampu mengenali risikonya, mempersiapkan warganya, dan bangkit bersama setelah bencana.
Newsroom
Muhammad Rizal Rahman


