CEGAH PELECEHAN SEKSUAL, SISWA SD JUARA DIBERI SOSIALISASI PENDIDIKAN SEKS

2013-11-18 10.14.49CIMAHI. Berawal dari kejadian pelecehan seksual kepada anak di bawah umur di salah satu sekolah di Jakarta, SD Juara Cimahi binaan RZ menggelar kegiatan pelatihan bagi siswa dan orang tua siswa bertajuk “Bentengi anak dari pelecehan mengenal sex edu dan underware rule”, di Sekolah SD Juara Cimahi, Jalan Rorojongrang II RT 04/03, Kel Melong, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (23/4/2014).

Dalam kegiatan tersebut, orang tua yang diberikan edukasi seputar cara mengenalkan seks kepada anak usia sekolah dasar. Selain itu, orang tua dibekali tips bagaimana memberikan pemahaman untuk menjaga keamanan badan si anak agar terlindung dari pelecehan yang dilakukan oleh orang lain.

Kepala Sekolah SD Juara, Ivan Supangat mengatakan, Sumber Daya Manusia (SDM) di sekolahnya, sebelumnya telah diseleksi terlebih dahulu sebelum menjadi staf. Beberapa kriteria menjadi syarat dan ketentuan para SDM untuk bisa berada di lingkungan sekolah.

“Dilakukan screening akhlak, pendidikan, psikotes kepada SDM kita. Mereka diberikan pembinaan juga untuk menjaga diri dari hal-hal tersebut,” ujarnya.

Pelaku yang melakukan hal yang tidak terpuji tersebut sudah sepatutnya diberikan ganjaran dengan dampak jera. “Menurut kita, kejadian seperti itu ke anak akan berbekas seumur hidup. Hukuman rendah tidak terlalu efektif,” ujarnya.

Menurut Elya Munsky, pakar Psikolog dari Biro Psikolog Optima Cimahi, laporan dari pusat konsulitasi terpadu RSCM menunjukkan bahwa jumlah kasus anak yang dirujuk untuk memperoleh konseling karena perkosaan dan incest (hubungan kelamin antar anggota keluarga) telah meningkat 100 persen.

“Sekurang-kurangnya, terdapat satu kasus yang dilaporkan setiap hari,” katanya.

Ia membeberkan fakta bahwa hampir setiap hari, stasiun TV selalu menyiarkan program yang sering kali merekonstruksi perkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak balita. Kekerasan seksual pada anak bisa terjadi karena adanya orang dewasa atau anak yang lebih besar disekitar lingkungan anak yang telah terpengaruh oleh tontonan atau bacaan porno baik dari media cetak maupun elektronik.

“Saya rasa sedikit sekali orang tua yang membekali anak dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga diri dan selalu waspada terhadap segala kemungkinan bahaya yang mengancam dirinya dan orang lain, termasuk pelecehan seksual,” lanjutnya.

Dia menyarankan kepada orang tua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap anak. “Jangan berpikiran bahwa seks itu tabu, tingkatkan jalinan kerjasama dengan pihak sekolah dan tetangga dalam mewaspadai dan memperhatikan prilaku anak dan sebagainya,” ucapnya.***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Tags :
Konfirmasi Donasi