Brussels, 19 April 2026 — Indonesia mengirimkan delegasi untuk menghadiri Konferensi Parlemen Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 sebagai bagian dari upaya diplomasi kemanusiaan dalam mendukung perjuangan rakyat Gaza, Palestina.
Upaya misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 untuk menembus blokade Gaza tidak hanya dilakukan melalui jalur laut maupun darat. Selain itu, pendekatan diplomasi melalui jalur politik juga ditempuh melalui forum internasional seperti konferensi parlemen ini.
Sebanyak enam perwakilan delegasi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bertolak ke Brussels, Belgia, pada Minggu (19/4/2026). Delegasi tersebut terdiri dari berbagai unsur, mulai dari lembaga kemanusiaan, tokoh keagamaan, hingga akademisi.
Beberapa di antaranya adalah General Manager Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim, serta akademisi sekaligus pakar hukum tata negara Feri Amsari.
Anggota Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha, yang turut melepas keberangkatan delegasi, menjelaskan bahwa misi Global Sumud Flotilla dijalankan melalui berbagai jalur yang saling terintegrasi. Jalur laut telah lebih dulu dijalankan melalui partisipasi relawan, sementara jalur darat juga direncanakan akan segera diberangkatkan.
“Ini adalah bagian dari jalur politik dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Semua jalur ini merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk tujuan yang sama,” ujar Irvan.
Sementara itu, Feri Amsari menegaskan bahwa konferensi parlemen ini memiliki peran strategis dalam menggalang dukungan global bagi masyarakat Gaza. Forum ini menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk menyatukan langkah dalam memperjuangkan perlindungan kemanusiaan melalui pendekatan hukum dan politik internasional.
Konferensi Global Sumud Parlemen di Brussels dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini akan diikuti oleh para ahli hukum internasional serta pegiat hak asasi manusia dari berbagai negara.
Melalui forum ini, para peserta akan membahas langkah-langkah hukum untuk melindungi misi Global Sumud Flotilla, sekaligus mengulas perkembangan situasi di Gaza serta memperkuat konsolidasi internasional dalam menghadapi krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.
Di tengah kondisi yang semakin kompleks, lebih dari 18.500 warga sipil di Gaza dilaporkan membutuhkan perawatan medis khusus yang sulit diakses akibat blokade. Oleh karena itu, berbagai upaya kolaboratif lintas negara menjadi sangat penting untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat terus tersalurkan.
Kehadiran delegasi Indonesia dalam konferensi ini diharapkan dapat memperkuat suara solidaritas global serta mendorong langkah nyata dalam mendukung perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.
Newsroom
Muhammad Rizal Rahman


