Banda Aceh, 7 Juni 2026 — Rumah Zakat bersama Kelompok Tani Ceria kembali memanen hasil kebun gizi di Desa Alue Deah Tengoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Kegiatan panen ini menjadi bukti nyata semangat masyarakat dalam mengelola kebun sayur organik untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.
Panen dilakukan secara gotong royong oleh anggota Kelompok Tani Ceria, khususnya para ibu yang selama ini aktif terlibat dalam proses pengelolaan kebun. Mulai dari pembibitan, penanaman, hingga penyiraman dilakukan secara rutin dan terencana sehingga menghasilkan panen yang optimal.
Pada panen kali ini, anggota kelompok berhasil memanen berbagai jenis sayuran organik, di antaranya kangkung, tomat, dan kacang panjang. Hasil panen tersebut menjadi sumber pangan sehat bagi anggota kelompok sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.
Ketua Kelompok Tani Ceria, Ani, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur Rumah Zakat serta pemerintah desa yang telah mendukung keberlangsungan program kebun gizi selama ini.
Menurutnya, tanpa dukungan berbagai pihak, kebun yang telah diinisiasi sejak beberapa tahun lalu tidak akan mampu berkembang dan berjalan secara berkelanjutan hingga saat ini.
“Tanpa adanya dukungan dari donatur Rumah Zakat dan pemerintah desa, kebun yang sudah diinisiasi sejak beberapa tahun lalu tidak mungkin dapat terus berjalan dan berkelanjutan,” ujar Ani.
Selain menghasilkan sayuran sehat, kebun gizi juga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga anggota kelompok. Proses penanaman yang dilakukan secara bertahap memungkinkan panen berlangsung secara berkelanjutan sepanjang musim.
Karena itu, hasil kebun tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok melalui penjualan hasil panen.
Dengan pola tanam yang terencana, anggota kelompok berharap produksi sayuran organik dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Keberhasilan panen sayur organik juga memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi kelompok. Dari hasil panen sebelumnya, kas kelompok sementara telah mencapai Rp320.000.
Program Implementator Rumah Zakat Aceh, Yasir, menyampaikan bahwa nilai tersebut mungkin belum terlalu besar. Namun, semangat anggota kelompok untuk terus berkembang menjadi modal utama dalam membangun kemandirian ekonomi.
Menurutnya, kebun gizi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dan produktif.
Rumah Zakat Dukung Pemberdayaan Berkelanjutan
Melalui program pemberdayaan masyarakat, Rumah Zakat terus mendukung berbagai inisiatif yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan kebun gizi yang memberikan manfaat dari sisi kesehatan, ketahanan pangan, hingga ekonomi keluarga.
Diharapkan, semangat yang ditunjukkan Kelompok Tani Ceria dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan potensi lingkungan sekitar secara produktif dan berkelanjutan.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.
Newsroom
Muhammad Rizal Rahman


