DUITNYA DIMANA?

sampah linimasaOleh : Endy Kurniawan

Tidak ada yang pasti. Jualan produk, laku atau tidak? Tidak ada yang pasti. Jadi distributor atau produser, lebih baik mana? Setiap langkah awal selalu menimbulkan tanda tanya besar tentang langkah kedua dan selanjutnya. Tidak ada yang pasti kecuali soal kewajiban bagi kita untuk selalu mencoba. Bagaimana dengan hasilnya? Bukan domain kita.

Apakah business plan tak perlu lagi? Perlu, karena BP adalah bagian dari usaha untuk mensistematisasi perjalanan usaha ketika sudah dimulai. Dan membuat perencanaan adalah bagian dari ikhtiar. Monitoring atau evaluasi, tidak perlu lagi? Malah perlu. Karena itu aktualisasi muhasabah, menghitung diri. Apakah penetapan code of conduct tidak diperlukan? Sangat diperlukan karena ia akan jadi perangkat pengaturan tata perilaku etis dan bermoral supaya manajemen berlangsung baik.

Namun, ketika mulai bisnis, pikirkan saja gimana bisa dapat uangnya. Ujung dari bisnis adalah jualan. Bukan kekuatan modalnya, bukan keindahan bentuk produk, packaging yang unik atau harganya yang mahal. Jika kita percaya punya produk yang bagus, pertanyaan berikutnya : siapa dan dimana pasarnya? Karena jawaban atas pertanyaan itu adalah juga jawaban atas pertanyaan ‘dimana duitnya?”. Duit datang dari transaksi. Transaksi terjadi kalau kita tahu bagaimana mendekati pelanggan.

Duit consumer goods dan kuliner ada di tempat ramai dan aktivitas serta perumahan. Duit fashion ada di tempat lokasi pabrik dan rumah tinggal buruh hingga dekat kampus dan lokasi hangout untuk distro. Tidak hanya soal lokasi. Duit untuk produk jasa konsultansi (manajemen, pajak atau keuangan) ada di kepercayaan dan pelayanan yang didapat dari reputasi. Dari keseriusan menjaga hubungan.

Agak aneh jika ada pertanyaan : “saya jualan baju butik yang branded, tapi gak ada yang beli” – sementara produk itu dimanapun sebetulnya cukup laku, tapi tidak di tangan kita. Coba evaluasi mungkin kita salah tempat ketika menawarkan. Produk branded tidak laku di bazaar bubaran kantor. Atau salah gaya promosi, memberi banyak diskon tidak tepat untuk barang bermerek. Atau terlalu rendah pasang harga padahal produknya premium. Demikian dengan segala variasi dan kombinasinya. Apakah kita sudah cukup mencoba?

Sumber : http://www.endykurniawan.com/duitnya-dimana/

Tags :
Konfirmasi Donasi